Spread the love

Jakarta Selama masa transisi endemis di Indonesia, pemerintah telah menerapkan kebijakan melepas masker saat berada di luar ruangan mulai Rabu 18 Mei 2022. Lantas, kapan pemerintah akan mempertimbangkan untuk tidak memakai masker?kasino live

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisamito menanggapi bahwa pandemi global COVID-19 masih berlangsung. Pelonggaran protokol kesehatan, termasuk pelonggaran masker, hadir dengan sejumlah ketentuan, namun bukan berarti masker benar-benar kosong.

Seperti yang saya katakan sebelumnya, Indonesia saat ini sedang dalam proses penularan (epidemi) COVID-19 dan World Health Organization (WHO) belum menyatakan pandemi ini berakhir,” jelas Wiku saat menjawab pertanyaan Health Liputan6.com. Kamis, 2 Juni 2022 di Media Center COVID-19 di Graha BNPB, Jakarta.

Indonesia mulai melonggarkan kebijakannya, memutuskan untuk mengurangi penggunaan masker di tempat-tempat terbuka yang tidak ramai orang. Penggunaan masker masih berlaku di ruang terbatas seperti angkutan umum, tempat acara, dan restoran.

Wiku Adisamito mengingatkan, meski masker sudah dilonggarkan, masyarakat tetap bisa menerapkan protokol kesehatan secara umum. Pasalnya, selama lebih dari dua tahun pandemi COVID-19, masyarakat yang memiliki kesadaran tinggi telah menjadikan protokol kesehatan sebagai kebiasaan baru dalam kehidupan sehari-hari.

Protokol kesehatan yang tetap menggunakan masker di ruang tertutup dan padat, menjaga jarak, dan mencuci tangan sebagai bentuk pola hidup bersih dan sehat di masa wabah.

Masyarakat juga harus waspada dan waspada dalam segala situasi dan situasi saat beroperasi di dalam dan di luar ruangan.

Wiku mengatakan di Media Center COVID-19, Graha BNPB, Jakarta, “Jadi kami berharap masyarakat dapat mempertahankan sebanyak mungkin kebiasaan positif tersebut untuk melindungi diri sendiri dan orang lain selama masa pandemi COVID-19 ini. pada hari Selasa. 18 Mei 2022.

Menurut Menteri Kesehatan Indonesia, Budi Gunadi Sadkin, dalam hal melepas masker, kesehatan itu sendiri yang paling bertanggung jawab. Ada beberapa kelegaan dalam masker luar ruangan, tetapi apakah akan menggunakannya atau tidak adalah pilihan pribadi.

Bodhi Gunadi mengatakan setelah Kick Off Ubah sumber “(digunakan) menggunakan masker ini berarti mengembalikan tanggung jawab masyarakat untuk menjaga kesehatan. Sekarang Anda bisa melihat bahwa ada banyak orang yang memakai masker juga.” kata Bodhi Gunadi. Pada tanggal 6 Februari 2022 (Kamis), PT Kimia Farma Sungwun Pharmacopela yang berlokasi di Cikarang, Bekasi menggunakan bahan farmasi dalam negeri dan mulai beroperasinya pabrik bahan baku farmasi.

Belum lama ini, Presiden Jokowi mengumumkan mulai melonggarkan masker. Kebijakan ini merupakan transisi dari epidemi ke endemik.

Dalam proses penularan endemik, masyarakat disadarkan melalui kesadaran untuk tetap sehat.

Budi Gunadi menambahkan: “(Gunakan) Masker adalah peralihan dari pandemi ke pandemi, seperti yang dikatakan Presiden. Jadi tetap sehat itu terserah kita masing-masing, termasuk protokol kesehatan.”

“Seperti flu. Misalnya kalau hujan, pemerintah suruh pakai payung. Lalu kalau batuk dan sakit jangan dipaksakan. Ya harus pakai payung.”

Oleh karena itu, ada beberapa ketentuan yang harus diperhatikan masyarakat dalam rangka pengendalian situasi nasional COVID-19. Orang yang dapat melepas topeng adalah orang dalam kondisi fisik yang baik.

Orang dengan gejala batuk atau pilek, seperti orang tua, penyakit penyerta, dan orang yang terinfeksi influenza, disarankan untuk memakai masker saat melakukan aktivitas di dalam dan di luar ruangan. Sejak Rabu, 18 Mei 2022, kebijakan pelarangan penggunaan masker untuk kegiatan di luar ruangan telah diterapkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.