Spread the love

 Surabaya – Bareskrim Polrestabes Surabaya berhasil mengungkap kasus prostitusi online. Sayangnya, prostitusi online melibatkan pasangan yang menawarkan layanan seks threesome.slot

Mirzal Maulana, Kepala Bareskrim Polrestabes Surabaya, membenarkan terungkapnya kasus perdagangan seks ketiganya. Diakuinya, para anggota mampu mengatasi masalah tersebut setelah mereka melakukan patroli elektronik.

Mirzal mengatakan pada Minggu, 29 Mei 2022, “Kami memulai patroli elektronik. Kami menyelidiki dan mengembangkannya hingga akhirnya kami menangkap pelakunya.”

Baca juga

Mirzal mengatakan pihaknya menangkap tiga tersangka kasus prostitusi, dua di antaranya suami istri, YLN, 32, dan ARH, 27. Ironisnya, ketiganya kedapatan berhubungan seks di sebuah kamar hotel di utara Surabaya.

Selain mengamankan tersangka, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti. Beberapa di antaranya adalah buku pernikahan, ponsel, push notification kamar hotel, dan uang tunai Rp 500.000.

“Pelaku dan barang bukti langsung dikirim ke Polrestabes Surabaya untuk dilakukan penyelidikan,” ujarnya.

Di depan penyidik ​​Divisi Perlindungan Perempuan dan Anak Polrestabes Surabaya, suaminya, YLN, mengaku putus asa untuk memenuhi fantasi seksualnya. Juga karena kebutuhan hidup sehari-hari, keduanya rela melakukannya.

“Karena imajinasi dan ekonomi,” kata Mirzal.

Mirzal mengatakan interogasi mengungkapkan bahwa suaminya, khususnya YLN, mengaku menyediakan layanan seks pihak ketiga terkait dengan istrinya di Facebook. Tarif yang Anda pasang juga bervariasi dari Rs 500.000 hingga Rs 800.000.

“Tersangka dan korban adalah pasangan yang sah, dan tersangka masuk ke grup Facebook yang berisi pasangan yang ingin membayangkan berhubungan seks dan memposting posting mencari pasangan swinger,” tambahnya.

Perbuatan tersangka diatur dalam Pasal 2 Undang-Undang Republik Indonesia. PTPPO tanggal 21 2007 dan/atau Pasal 30 Jo. Undang-Undang Republik Indonesia Pasal 4 (2) No. UU No. 2008 tentang Pornografi. 44 diancam hukuman maksimal 3 tahun dan maksimal 15 tahun.

“Tujuan Operasi Pekat Semeru 2022 antara lain mengungkap isu prostitusi online,” pungkasnya.

Lihat juga video khusus ini:

Leave a Reply

Your email address will not be published.