Spread the love

Arab Saudi – Kini sepertinya Arab Saudi mulai berubah.

Itu dikenal sebagai negara yang konservatif tentang tradisi perempuan.

Sekarang negara sudah mengizinkan perempuan untuk memotong rambut mereka.Slot terpercaya

Fenomena ini terlihat jelas di jalanan kota Riyadh, ibu kota Kerajaan Arab Saudi.

Fenomena ini muncul setelah penghapusan kewajiban bagi perempuan untuk berhijab hanya di tempat umum.

Seorang wanita Saudi, bukan nama sebenarnya, Safi, berbicara tentang pilihannya untuk memotong rambutnya.

Safi, seorang dokter berprofesi, pergi ke penata rambut di Riyadh dan meminta penata rambut untuk memotong rambut panjang bergelombangnya yang mencapai lehernya.

Potongan rambut itu sendiri dikenal dengan sebutan “boy”, diambil dari bahasa Inggris. Fenomena ini tersebar luas di kalangan pekerja di Arab Saudi.

Munculnya rambut pendek kasual bermula dari banyaknya jumlah pekerja wanita yang masuk ke pasar tenaga kerja Arab Saudi.

Potongan ini praktis, mudah dan profesional.

Safi mengaku sengaja menggunakan gaya rambut ini untuk melindungi dirinya dari tatapan mata pria yang merayu dan membantunya fokus pada pasiennya.

“Orang-orang menyukai sisi feminim wanita. Gaya ini sebenarnya menjadi tameng dan kekuatan bagi saya.”

Dia bahkan mengatakan permintaan meningkat hingga 30 orang per hari.

“Acara ini sangat populer sekarang,” katanya.

Dilihat dari deskripsi usianya, dia berusia 20-an dan 30-an, dan ada orang yang memintanya untuk datang memotong rambutnya.

Arab Saudi untuk Wanita

Pada tahun 2018, Arab Saudi mengizinkan wanita untuk menghadiri konser dan acara olahraga, tetapi sebelumnya dilarang.

Bahkan, kini perempuan bisa menyetir mobil sendiri.

Aturan ini berlaku untuk wanita yang bepergian dengan teman, suami, atau kerabat.

Wanita Saudi sekarang dapat memperoleh paspor dan bepergian ke luar negeri tanpa izin dari kerabat pria mereka.

Reformasi ini terkait dengan Rencana Reformasi Visi 2030 Putra Mahkota Mohammed bin Salman untuk mengurangi ketergantungan Arab Saudi pada minyak dan merevitalisasi sektor industri ekonomi.

Salah satunya adalah asimilasi kerja, khususnya di bidang perempuan.

Arab Saudi bertujuan untuk memberikan kontribusi 30% dari tenaga kerjanya pada akhir tahun. Namun, diperkirakan dia telah melampaui targetnya untuk saat ini.

Sumber: France24 / AFP / .TV

Leave a Reply

Your email address will not be published.