Spread the love

Jakarta – Keputusan Presiden Jokowi yang membatalkan pidato tarif wahana Candi Borobudur bagi wisatawan domestik dan mancanegara dipuji banyak kalangan.slot gacor

Namun, penghapusan wacana kenaikan tarif Borobudur perlu dibarengi dengan konsep konservasi yang jelas agar salah satu Situs Warisan Dunia Indonesia ini dapat lestari.

Ketua Panitia 10 menyampaikan, “Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Presiden Jokowi atas tindakan tegas pembatalan pidato kenaikan tarif Candi Borobudur yang diajukan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi baru-baru ini.” Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Saif Huda, Rabu (15/6/2022), masih banyak cara menjaga candi selain memungut tarif tinggi bagi wisatawan yang ingin mendaki stupa Borobudur.” ).

Huda mengatakan perlu tindakan substansial untuk melestarikan Candi Borobudur.

Bangunan berusia seribu tahun dengan tingkat pengunjung yang begitu tinggi harus ditangani sesuai dengan kebijakan yang ketat.

Namun, argumen ini tidak berarti dipaksakan dengan mengenakan tarif tinggi bagi siapa saja yang ingin mendaki candi Borobudur.

“Belum ada jaminan tarif tinggi akan mengurangi risiko kerusakan candi Borobudur. Kajian Balai Konservasi Borobudur menunjukkan sikap tegas menjaga Borobudur harus diwujudkan dengan membatasi jumlah pengunjung,” katanya.

Politisi PKK ini menilai kebijakan pengenaan tarif Rp 750.000 bagi wisatawan domestik dan Rp 100 ribu bagi wisatawan asing yang menaiki Candi Borobudur justru akan menimbulkan diskriminasi sosial.

Nantinya, Borobudur hanya bisa dinikmati oleh mereka yang berduit.

Bahkan bagi umat Buddha, kebijakan tarif yang tinggi akan mengancam kebebasan beribadah di kawasan Candi Borobudur.

“Oleh karena itu, keputusan Presiden Jokowi untuk membatalkan pidato tarif pendakian Candi Borobudur memenuhi aspirasi sebagian besar masyarakat,” katanya.

Namun, Huda menambahkan, pembatalan penyelidikan kenaikan tarif candi Borobudur harus diimbangi dengan kejelasan konsep konservasi.

Menurut dia, pemerintah harus secara tegas mengomunikasikan formula kebijakan yang melindungi pembangunan candi di satu sisi dan menjaga kemungkinan kunjungan wisatawan ke Borobudur di sisi lain.

“Dari hasil rapat terbatas itu, diinformasikan ada pembatasan naik ke Candi Borobudur di masa depan, tetapi tidak mengungkapkan berapa banyak orang yang bisa naik per hari atau ada pembatasan bagaimana cara naik ke Candi Borobudur. jelaskan itu. Konsep pelayanan pariwisata pun diterapkan. Siapa yang tidak bisa pergi ke kuil. Borobudur “.

Hoda berharap para pemangku kepentingan Candi Borobudur bisa bersama-sama merumuskan secara matang pengelolaan destinasi wisata populer ini.

Kementerian Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Taman Wisata Borobudur, Candi Prambanan dan Buku (Persero) harus segera bersinergi untuk memastikan aspek bisnis pariwisata sejalan dengan konsep perlindungan. Salah satu keajaiban dunia.

“Di Panitia Sepuluh DPR, kami akan terus mengawal proses untuk memastikan kebijakan yang dikeluarkan pemerintah tetap melestarikan Borobudur dan melindungi kepentingan operator pariwisata lokal,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.