Spread the love

 Jakarta – Snapchat yang belum lama ini menyebarkan virus dengan filter Crying Lens atau Sad Face-nya, mencoba mengulang kesuksesannya dengan meluncurkan lensa baru, Shook.slot 

Lensa menangis membuat wajah seseorang terlihat seperti menangis, sedangkan lensa bersinar membuat wajah seseorang terlihat bengkak dengan mulut yang tersenyum.

Untuk menggunakan filter Shook di Snapchat, pengguna dapat:

Sebelumnya, banyak netizen yang mengunggah video lucu dengan filter wajah sedih di Instagram. Filter membuat wajah orang yang terdaftar menangis dengan wajah sedih dan mulut meringis.

Bahkan, wajah mereka tidak menangis atau biasa saja, mereka mungkin tersenyum.

Filter Wajah Sedih atau Menangis menurut banyak pengguna ada di Instagram karena beberapa pengguna internet mengunggahnya ke Stories atau Reels.

Namun, Stories atau Reel yang Anda unggah ke Instagram tidak memiliki deskripsi nama kandidat. Tidak banyak warga yang memposting di Twitter atau TikTok.

Pemantauan oleh Tekno Liputan6.com mengungkapkan bahwa filter wajah menangis adalah pengaturan default Snapchat. Jadi, bagaimana Anda menggunakannya untuk memposting di Instagram, TikTok, dan Twitter?

Sementara itu, dalam tren terbalik yang menjadi visi berbagai perusahaan teknologi, khususnya perusahaan induk meta Facebook, tidak semua benar-benar fokus dalam mengimplementasikan dunia maya tersebut.

Salah satunya adalah Snap, menurut CEO Evan Spiegel. Menurutnya, mereka kini lebih fokus bereksperimen dengan dunia nyata ketimbang metafora virtual.

“Alasan kami tidak menggunakan kata ini karena sama sekali tidak jelas dan fiktif,” kata Evan Spiegel dalam wawancara dengan The Guardian, dikutip The Verge pada 5 April 2022.

Suami model Australia Miranda Kerr menambahkan: “Begitu Anda bertanya kepada orang-orang bagaimana mereka mendefinisikannya, semua orang mendefinisikannya secara berbeda.”

Dalam sebuah wawancara dengan Verge, Spiegel mengatakan kepada Verge bahwa perusahaan yang mengungkapkan strategi seputar metaverse “berbicara tentang sesuatu yang sebenarnya belum ada.”

Ini berbeda dengan augmented reality (AR) karena, menurut Spiegel, “ada 250 juta orang yang berinteraksi dengan augmented reality setiap hari sendirian di aplikasi Snapchat”.

Namun, ada kesamaan antara Spiegel dan CEO Meta Mark Zuckerberg. Karena mereka berdua percaya bahwa kacamata augmented reality suatu hari nanti akan menjadi masalah besar.

Spiegel mengatakan kacamata augmented reality akan menjadi jantung dari tingkat komputasi global di seluruh masyarakat. Perusahaan itu sendiri memiliki perangkat yang sudah dalam proses pengujian.

Bertentangan dengan fokus Zuckerberg pada realitas virtual, Spiegel juga menyatakan sebaliknya.

Spiegel mengatakan komputasi tidak hanya dapat meningkatkan ini dan membuatnya lebih menyenangkan, tetapi juga dapat berkontribusi pada pengalaman bersama.

(duo/ysl)

Leave a Reply

Your email address will not be published.