Spread the love

Hakim Pengadilan Tinggi Militer II Jakarta memvonis Kolonel Priyanto penjara seumur hidup atas pembunuhan berencana dua sejoli yang ditinggalkan di sebuah sungai di Nagrig. Terkait hal itu, terdakwa dan penasihat hukumnya memutuskan untuk berpikir dua kali sebelum mengambil keputusan.gacor kasino

Priyanto mengatakan “Pikirkan” kepada kepala Pengadilan Tinggi Militer II di Kakong, Jakarta Timur, Selasa (7/6/2022).

Ketua Hakim Farida Faisal mengatakan, pihaknya telah mempertimbangkan dan berkonsultasi sebelum mengeluarkan vonis terhadap Kolonel Brianteau.

Ini adalah keputusan hakim. Terdakwa didampingi oleh seorang pengacara dan terdakwa berhak atas keputusan ini. Pertama, para terdakwa dapat mengatakan mereka menerima keputusan, kedua terdakwa dapat mengatakan mereka menolak untuk mengeluarkan keputusan dan banding, dan tiga terdakwa memiliki tujuh hari untuk mengungkapkan pandangan mereka, kata Farida.

Ia mengatakan, terdakwa menerima putusan jika Kolonel Brianto tidak menjelaskan posisinya dalam tujuh hari ke depan, yakni menerima atau menolak putusan.

“Terdakwa didampingi oleh penasihat hukum, jadi silakan berkonsultasi dengan penasihat hukumnya,” katanya.

Sebelumnya, hakim Pengadilan Militer II menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada Kolonel Brianto atas pembunuhan berencana terhadap dua ekor burung parkit yang dibuang ke sungai di Nagrig.

Ketua Pengadilan Tinggi Militer II, Kakung, Jakarta Timur, Selasa (7/6/2022) “Hukuman bagi terdakwa adalah hukuman pokok seumur hidup. Hukuman tambahan dikecualikan dari wajib militer”, ujarnya.

Hakim ketua menyatakan telah membuktikan secara sah dan meyakinkan bahwa Kolonel Priyanto telah melakukan tindak pidana. Termasuk upaya yang disengaja untuk melenyapkan tubuh korban untuk menghilangkan barang bukti dari kasus tersebut.

Pengadilan mengatakan, “Kami telah memerintahkan terdakwa untuk terus ditahan.”

Sidang pembunuhan pasangan suami istri bersama tersangka Kolonel Brianto di Nagrig, Jawa Barat, dimulai hari ini (6 Juli 2022) Selasa.

“Putusannya Selasa, 7 Juni,” kata jaksa tinggi militer Jakarta, Kolonel Seuss Werdale Boye, membenarkan putusan itu.

Dalam permohonannya, Wirdel, seorang Oditurat, meminta majelis hakim menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada Kolonel Brianto. Tapi itu akan diserahkan sepenuhnya kepada juri.

“Sampai jumpa lagi,” katanya.

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menegaskan akan terus mengawal proses hukum. Andika akan mendengarkan putusan yang akan dibacakan juri Brianto. Dia pasti akan mengawal proses hukum terhadap Brianto.

Andika berbicara di depan parlemen di Senayan, Jakarta, Senin. (6/ Kami masih pantau jadi saya ikuti proses hukum yang menonjol. Sebenarnya untuk Kolonel Priyanto, ini arsip baru, besok dia akan mendengar putusannya..) Juni 2022).

Andika akan menunggu hingga proses hukum kasus tersebut berlanjut. Dia akan memastikan bahwa keputusan hakim memenuhi harapan.

“Jadi, mau menerima terdakwa atau tidak, dari penuntutan, kita lihat apakah sesuai dengan harapan,” katanya.

Sebelumnya, Auditor Tinggi II Jakarta menuntut hukuman seumur hidup bagi Kolonel Priyanto yang didakwa melakukan pembunuhan berencana terhadap dua ekor burung parkit di sungai.

Dalam persidangan yang digelar hari ini (21 April) dan Kamis (21 April) di Pengadilan Militer II Jakarta, Jaksa Agung Militer Suss Werdale Boye mengungkapkan.

“Kami juga meminta Pengadilan Tinggi Jakarta II untuk menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada Kolonel Infanteri Priyanto,” kata Werdell saat membacakan rancangan dakwaan.

Selain hukuman pokok, Oditurat meminta majelis hakim menjatuhkan hukuman tambahan berupa pemecatan Kolonel Inf Priyanto dari TNI.

Dalil ini mempertimbangkan beberapa faktor, termasuk faktor yang meringankan, bahwa selama persidangan terdakwa dengan jujur ​​memfasilitasi persidangan.

Werdell berkata, “Terdakwa tidak pernah dihukum dan terdakwa telah menyesali perbuatannya.

Sementara itu, terdakwa yang melakukan tindak pidana tersebut juga melibatkan anak buahnya. Untuk Cobda Andreas dan Qabto Ahmed Sholeh.

Adapun hukuman seumur hidup yang dituntut Oditurat, terdakwa, Kolonel Enf Priyanto, juga diyakini telah terbukti atas semua dakwaan.

Pertama, digabungkan dengan Pasal 55 Ayat 1 KUHP tentang pencantuman pidana, Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan dengan sengaja, dan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan. hukum Kriminal.

Bagian pertama adalah Pasal 328 KUHP tentang penculikan sehubungan dengan Pasal 55 (1) KUHP, dan bagian kedua adalah Pasal 333 KUHP untuk kejahatan yang melanggar kebebasan pribadi sehubungan dengan Pasal 55 (1) KUHP. . hukum Kriminal. hukum Kriminal.

Bagian III Pasal 181 KUHP tentang penguburan, penyembunyian, operasi atau pemindahan mayat dengan maksud menyembunyikan kematian sehubungan dengan Pasal 55 (1) KUHP.

Leave a Reply

Your email address will not be published.