Spread the love

Penembakan lain terjadi di Amerika Serikat pada malam 19 Juni 2022 waktu setempat.

Seorang anak laki-laki berusia 15 tahun meninggal dalam kecelakaan yang tidak menguntungkan ini.slot 12shio

Tiga korban lainnya terluka, mengutip Washingtonpost.compolisi.

Bahkan, satu dari tiga korban adalah polisi di ibu kota.

Komisaris Polisi Robert J. Conte mengatakan penembakan itu terjadi di tempat konser pada pukul 20:30 waktu setempat.

Seorang petugas ditembak di kaki.

Dua orang lainnya yang tertembak sedang dirawat di rumah sakit.

Alasan perilaku sembrono ini masih belum diketahui.

Menurut laporan awal, insiden itu terjadi setelah konser Jun Tint di daerah tersebut.

Acara ini diterbitkan dengan nama Moechella.

Nama tersebut diberikan untuk sebuah konser yang digelar beberapa tahun lalu untuk memprotes represi dengan musik.

Pesta berlangsung dari jam 4 sore sampai jam 8 malam.

Namun, setelah kejadian tersebut, polisi menghentikan semua pihak dan aktivitas di sekitar area tersebut.

Conte lebih lanjut menegaskan bahwa tidak ada lisensi untuk konser gratis.

Conte mengatakan itu terjadi dengan cepat.

Musik diputar di truk dan ratusan orang mulai berkumpul.

Ada satu hal yang menarik.

Tembakan kedua menyusul, dan kerumunan mulai bubar untuk menyelamatkan diri.

Setelah kejadian kedua, polisi mulai menutup acara dan menyatakan acara tidak aman.

Polisi segera membawa orang yang terluka dengan bantuan paramedis.

Aparat keamanan juga menyita salah satu pistol yang digunakan pelaku.

Polisi juga mengatakan keempat korban ditembak dengan peluru dari senjata yang sama.

Peristiwa ini merupakan bagian dari penembakan massal pada Mei dan Juni 2022.

Pada 14 Mei, serangan rasis dimulai di Buffalo, New York, menewaskan 10 orang kulit hitam di sebuah supermarket.

Seorang penembak menewaskan 19 anak-anak dan dua orang dewasa di sebuah sekolah dasar di Ovaldi, Texas, minggu depan.

Orang-orang yang selamat dari penembakan massal dan insiden kekerasan lainnya bersaksi di Capitol awal bulan ini.

Sabtu (11 Juni 2022) Ribuan orang memprotes di Amerika Serikat dan Washington National Mall menyerukan tindakan pengendalian senjata yang lebih kuat.

Dan pada 17 Juni 2022, seorang pria berusia 70 tahun melepaskan tembakan ke sebuah gereja di Alabama, AS, menewaskan tiga orang.

Pelakunya ternyata Robert Findley Smith.

(/Ikuti)

Leave a Reply

Your email address will not be published.