Spread the love

JAKARTA – Senin (21 Juni 2020) Rumah Yusuf Mansur di Ketapang, Sibondoh, Kota Tangerang, dikeroyok massa yang menuntut klarifikasi terkait investasi batu baranya.judi poker

Puluhan orang yang berkunjung ke rumah Profesor Yusuf Mansour diduga sebagai penguasa dan jamaah Masjid Dar es Salaam, Kota Wisata, Bogor dan Jawa Barat yang menuntut ganti rugi kepada Yusuf Mansour.

Youssef Mansour sendiri tidak keluar menemui massa di rumahnya, melainkan seseorang yang mengaku memiliki kuasa hukum.

Menurut Heri M. Josef, sekretaris Yayasan Pilar Peleta Lima, puluhan orang yang datang ke rumah Yusuf Mansur adalah pengurus dan jamaah masjid.

Heri mengatakan jamaah sengaja berkumpul di depan rumah untuk merekam apa yang mereka lakukan.

Heri M. Josef melanjutkan dengan mengatakan, “Saya tidak dapat merekam tindakannya, dan saya hanya berdiri di depan rumahnya.”

Sebagai tambahan, 250 orang menghadiri program investasi Youssef Mansour.

Sayangnya, keluarga atau perwakilan Yousef Mansour menerima kedatangan mereka.

Namun, ada seseorang yang mengaku sebagai pengacara sang profesor yang menemui para penganutnya.

Hyeri mengatakan, “Ada orang yang mengatakan bahwa mereka adalah perwakilan hukum, tetapi ketika saya meminta surat, mereka tidak menunjukkannya.”

Dan karena saya tidak bisa bertemu Youssef Mansour, saya memutuskan dan pergi.

Perjalanan Hidup Youssef Mansour

Profesor Yusuf Mansur dikenal sebagai pimpinan Pesantren Darul Qur’an Pollak Santry, Sibondu, Tangerang dan sebagai pemimpin dalam kajian wisata jantung.

Pria kelahiran 19 Desember 1976 di Jakarta ini melalui perjalanan yang sulit untuk menjadi profesor terkenal seperti sekarang ini.

Youssef Mansour lahir dalam keluarga Betawi dari pasangan Abd al-Rahman Mumbar dan Hamraf.

Yusuf Mansur juga lulus dari SMA Negeri 1 Grogol Jakarta Barat dengan predikat sangat baik pada tahun 1992.

Media 1996, Benamkan diri Anda dalam Bisnis Informatika. Sayangnya, bisnisnya justru menimbulkan utang miliaran dolar.

Masalah ini membuat sang profesor tersiksa di penjara selama dua bulan.

Setelah dibebaskan, Profesor Youssef mencoba memulai bisnis lagi, tetapi gagal lagi dan berhutang lagi.

Dia juga dapat kembali ke penjara pada tahun 1998.

Saat di penjara, Profesor Youssef menemukan kebijaksanaan dalam kesulitan. Berkat keaslian selebaran itu, bisnis Profesor Youssef akhirnya berkembang.

Mengutip Bali dari Wikipedia, berikut biografi Youssef Mansour:

Nama lengkap Youssef Mansour adalah H. Jam’an Nurchotib Mansur SHI, ME.

Ia merupakan penutur bahasa Indonesia dan dikenal sebagai pengusaha keturunan Yaman dan Betawi.

Yusuf Mansur adalah pimpinan Pondok Pesantren Dar al-Quran dan pimpinan kajian Wisata Hati.

Dia sekarang berusia 45 tahun.

Istri Youssef Mansour adalah Siti Maymouna dan mereka memiliki lima anak.

Yusuf Mansour menempuh pendidikan di Universitas Islam Syarif Hidayatullah Jakarta (2002-2009).

Biodata singkat dari Youssef Mansour.

Ada orang beriman yang menginvestasikan 6,3 juta rupee

Heri M. Josef, Menteri Yayasan Pilar Peleta Lima, mengungkap fakta baru kasus investasi batu bara yang melibatkan Profesor Youssef Mansour.

Heri terus terang menyatakan bahwa program investasi batu bara Youssef Mansour telah mencapai 250 pengikut.

Anggota Coal Investment Yusuf Mansoor adalah pengurus dan majelis Masjid Dar es Salaam di Kota Wisata, Shibopur, Jakarta Timur.

Seperti yang saya sebutkan, anggota telah menggelontorkan dana investasi sejak 2009-2010.

Pengembalian masing-masing investor tergantung pada nilai investasi masing-masing anggota.

Sayangnya, ada anggota yang memasukkan dana sebesar Rp 6,3 miliar ke dalam program investasi batu bara.

Saat menerima telepon pada Senin (20 Juni 2022), dia mengatakan “tertinggi (investor) Rp 6,3 miliar”.

Investor lain yang beragama masjid juga menginvestasikan Rp 3,6 miliar.

Harry mengatakan dari 250 anggota, hanya dua yang memiliki waktu untuk mendapatkan keuntungan dari investasi.

Namun, dividen dibayarkan hanya sekali atau dua kali.

Selain itu, investor tidak lagi mendapat untung.

Selain investor 3,6 miliar won, ada investor lain yang diuntungkan.

Namun, Hyeri tidak menjelaskan kepada orang kedua yang mengambil untung berapa nilai investasinya.

Sementara itu, 248 investor lainnya belum mendapat untung.

Di antara dua investor utama tersebut adalah Mabot Masjid yang telah menanamkan modalnya sebesar Rp 80 juta.

“Jumlahnya (investasi) tidak sama. Kalau masjid, paling tinggi (investasinya) dari 1 juta rupiah.”

“Tapi pengacara seperti Pak Z menghabiskan 80 juta rupee (investasi),” kata Harry.

Heri mengatakan mereka berinvestasi dalam program Youssef Mansour karena mereka menjanjikan pengembalian.

Semua investor dalam program ini harus mendapatkan keuntungan ini setiap bulan.

Pasalnya, perusahaan batu bara yang diduga penerima investasi itu mengirimkan batu bara setiap bulan.

“Tidak (setiap tahun), tapi setiap bulan. Jadi menurutku ada acara baru setiap bulannya.” kata Hyeri.

Jumlah keuntungan yang bisa Anda peroleh tergantung pada nilai investasi Anda.

Tetapi pemilik nama asli Nurkotib Mansour menjanjikan pengembalian lebih dari 20%.

Heri mengatakan “ada banyak keuntungan di atas 20%” (Youssef Mansour berjanji kepada investor).

“Investasi itu dilakukan dari akhir 2009 hingga awal 2010 (masa investasi), jadi sejauh ini belum ada yang dikembalikan,” kata Harry.

Leave a Reply

Your email address will not be published.