Spread the love

 Malang – Hingga akhir pekan ini, ratusan sapi terinfeksi penyakit mulut dan kuku (PMK) di kota Malang dan Batu di Jawa Timur. Selain itu, para peternak dihimbau untuk menjaga kesehatan hewan dan kandangnya agar selalu bersih untuk mencegah penyebaran wabah ini.

Menurut data Kementerian Pangan dan Pertanian Malangsi (Dispantan), per 26 Mei 2022, ada 164 ekor sapi yang terjangkit penyakit mulut dan kuku di Malangsi. Salah satunya meninggal, membutuhkan 19 amputasi dan 9 restorasi.gacor kasino

Kepala Dinas Peternakan Kota Despangtan Malang Anton Pramojiono mengatakan, pihaknya terus melakukan survei dan penelitian dengan peternak yang tersebar di berbagai daerah. Sekaligus mengedukasi masyarakat untuk mencegah penyakit.

Anton disorot di Malang pada Jumat 27 Mei 2022:

Selain kebersihan kita, peternak harus selalu menjaga kesehatan dan meningkatkan kekuatan atau daya tahan ternaknya. Seperti pemberian obat-obatan, vitamin dan makanan bergizi. Juga, jangan bingung antara sapi yang sakit dengan sapi yang sehat.

Dan Anton melanjutkan, upaya pencegahan lainnya adalah dengan mengkandang atau tidak mengkandang ternak baru untuk menghindari penyebaran penyakit mulut dan kuku. Namun, tidak ada kebijakan yang melarang lalu lintas ternak, seperti melarang masuknya ternak ke Malangsi dari luar daerah.

Anton mengatakan, “Tidak ada kebijakan resmi yang melarang pengiriman ternak ke luar negeri. Tapi kami sudah sosialisasikan ke petani dan rumah pemotongan hewan.”

Peternakan di Malang ini berpenduduk sekitar 300 orang dan memiliki lebih dari 2.000 ekor ternak yang tersebar di 5 kecamatan. Sebagian besar berada di Kedungkandang dan Sanan. Kota ini juga memiliki rumah potong hewan milik pemerintah kota (RPH).

* Apakah itu nyata atau scam? Jika ingin mengetahui kebenaran informasi yang disebarluaskan, cukup masukkan kata kunci yang diperlukan dan akses WhatsApp 0811 9787670.

Sementara itu, di Batushi, 300 ekor sapi telah terjangkit penyakit mulut dan kuku hingga 23 Mei 2022. Dari jumlah tersebut, 13 meninggal dan 42 sembuh dari penyakit tidak menular pada manusia.

Sujeng Pramono, Pj Direktur Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu, mengatakan obat-obatan, antibiotik, vitamin dan obat anti stres diberikan kepada ternak warga untuk mengurangi infeksi pada sapi perah yang disebabkan oleh virus PKM.

“Petani juga perlu memantau ternak mereka setiap saat untuk mencegah penyebaran penyakit,” kata Sujing.

Ia menambahkan, penyebaran PMK juga bisa dihentikan dengan membatasi pergerakan hewan ternak. Pemberian disinfektan meliputi kebersihan kita dan kebersihan kita peduli terhadap lingkungan.

Sujing mengatakan, “Imunitas hewan juga harus ditingkatkan dengan memberikan makanan bergizi dan vitamin serta Enpon.”

Penyakit mulut dan kuku (PMK) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus. Mereka biasanya menyerang hewan bercakar ganda seperti sapi, kambing, domba, kerbau, unta, dan babi. Penyakit ini tidak menular ke manusia (penyakit menular hewan) dan dapat disembuhkan.

Daging dari hewan yang terkena penyakit ini bisa dimasak dan dimakan terlebih dahulu. Produk susu juga dianggap aman dikonsumsi jika dipasteurisasi pada suhu 75-80 °C selama 15 menit.

Leave a Reply

Your email address will not be published.