Spread the love

Jakarta – Polres Metro terus mengusut aktivitas kelompok khalifah muslim yang ditangkap di berbagai wilayah Indonesia.

Organisasi tersebut dilaporkan dicurigai menyebarkan konsep khalifah yang bertentangan dengan gagasan Pancasila.pragmatic demo

Apalagi, sejauh ini Bolda Metro Jaya telah menangkap lima anggota dan pimpinan Khilafah Islamiyah di Bandar Lampung, Medan dan Bekasi hingga Mojokerto.

Dalam pemeriksaan tersebut, Bolda Metro Gaya melihat tanda-tanda penyebaran gagasan khalifah di sekolah tersebut.

Menurut Kepala Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan, pihaknya telah mengidentifikasi 30 sekolah yang mensosialisasikan ajaran Khalifah dari indoktrinasi Khilafah Islamiyah.

“Kami juga mendapatkan data bahwa ada sekitar 30 sekolah yang mengikuti ajaran khalifah Islam,” kata Zulpan kepada wartawan, Senin (13/6).

Zulpan menambahkan bahwa sekolah itu terkenal berada di bawah tanggung jawab AS, 74, yang menjabat sebagai menteri pendidikan khalifah Islam.

AS ditangkap pagi ini di Mojokerto oleh Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Zolpan menjelaskan bahwa di organisasinya, AS menjabat sebagai Secretary of Education.

Diduga sebagai pengantar doktrin-doktrin yang relevan dengan pemahaman khalifah.

“Dia berperan dalam otoritas doktrinal terkait suksesi. Dia Menteri Pendidikan,” kata Zulpan.

Menyusul penangkapan Amerika Serikat, polisi kereta bawah tanah Jakarta menangkap enam orang yang terkait dengan kekhalifahan Muslim.

Di antara mereka adalah pemimpin tertinggi organisasi itu, Abdel-Qader Hassan Barja.

Semua yang ditangkap ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.

Mereka dijerat dengan Pasal 16 ayat 59 ayat 4 dan 82 ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia Tahun 2017 tentang Ormas dan/atau Pasal 14 ayat 1 dan 2 dan atau 13 Kitab Undang-undang Hukum Republik Indonesia. tahun 1946 tentang KUHP. Pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan paling lama 1 tahun penjara.

Secara terpisah, di Karawang, Jawa Barat, Sujana Ruswana, Direktur Badan Integrasi Politik Nasional (Kesbangpol) Kabupaten Karawang, mengatakan ada 27 jenjang SD, SMP, dan SMA di kawasan persawahan yang dikuasai khalifah. telah terpapar

“Ada sekitar 27 sekolah yang memulai pendidikan dasar, persiapan, dan menengah untuk memperluas pemahaman kita tentang Khalifah. Kami memantau sekolah-sekolah pusat khalifah yang dipantau,” kata Susana. jauh.”

Pemahaman tentang khalifah ini ditanamkan pada siswa sekolah melalui ceramah dan pengajian.

Untuk mengantisipasi penyebaran konsep suksesi di sekolah, Kesbangpol Karawang, Polres Karawang, Kemenag dan Kodim akan turun ke sekolah. Tapi prioritas 27 sekolah.

”Kami akan membangun 27 sekolah. Sasaran kami adalah kepala sekolah, guru, dan siswa,’” ujarnya.

Sementara itu, Inspektur Jenderal Kabolda Metro Jaya Paul Fazil Imran juga angkat bicara.

Dia mengatakan penangkapan partainya merupakan janji polisi tidak selektif dalam mengambil tindakan hukum.

Fadel mengatakan setiap organisasi publik yang ditemukan melanggar hukum harus diadili.

Oleh karena itu, Polda Metro akan menempuh jalur hukum yang selama ini dilakukan secara konsisten dan tanpa diskriminasi sendiri.

Fadel mengatakan, “Semua ormas yang melanggar hukum, apapun namanya, terkait dengan terwujudnya suksesi umat Islam, konsisten dalam menerapkan hukum.”

Dewan direksi Koalisi Internasional untuk Memerangi Ekstremisme dan Terorisme (Makmoun Rashid) mengatakan, organisasi tersebut adalah organisasi Hizbullah Islam.

Makmoun berkata, “Faktanya, ada kelompok (Kelompok Islam Hizbullah) yang masih ada sampai sekarang, kecuali Khilafah Muslim.”

Menurut McMoon, ada hubungan antara khalifah Islam dan kelompok Islamis Hizbullah. Mereka saling kenal dengan pemimpin kelompok Islam Hizbullah karena mereka adalah pemimpin khalifah Islam Abd al-Qadir Hassan Barja, katanya.

“Jadi dua organisasi ini masih eksis sampai sekarang,” kata Makmon.

Makmon mengaku bertemu dengan anggota kelompok Islam Hizbullah dalam sebuah seminar di sebuah universitas di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published.