Spread the love

Laporan Reporter, Geeta Erawan

Jakarta – Koalisi Komunitas untuk Keadilan Adelina menggelar aksi unjuk rasa pada Senin (27 Juni 2022) di depan Kedutaan Besar Malaysia di Kuningan, Jakarta Selatan.situs gacor

Mereka memprotes putusan Pengadilan Federal Malaysia (MA) yang menguatkan putusan Pengadilan Tinggi yang membebaskan Ambika, majikan Adelina Liso dari tuntutan hukum.

Adelina sendiri adalah seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang meninggal pada 2018 setelah disiksa oleh majikannya Ambika.

Koalisi LSM dan jaringan pemantau isu pekerja migran dan perdagangan manusia memasang beberapa poster dan foto aksi Adelina di India di depan kedutaan Malaysia.

Poster-poster di trotoar antara lain “Keadilan untuk Adelina”, “Berjuang untuk Keadilan Adelina”, “Coba Majikan Disiksa Pembantu Rumah Tangga Migran!”, “Di Mana Keadilan Adelina?”, dll.

Selain orasi, mereka menyanyikan lagu Ismail Marzouki “Bunga Musim Gugur”.

“Mari kita semua menundukkan kepala dan menyanyikan bunga Zogor untuk memberi penghormatan kepada adik kita Adelina,” kata Khatib.

Pengerjaan dilakukan antara pukul 10 pagi hingga 11:30 pagi.

Tidak ada lalu lintas padat di depan Kedutaan Besar Malaysia di dekat Jalan Rasuna Saeed di Kuningan, Jakarta Selatan.

Arus lalu lintas di jalan tersebut terpantau lancar hingga pukul 11.47 WIB.

Seperti diberitakan sebelumnya, pemerintah Indonesia akan terus mencari keadilan untuk mendiang Adelina Lisau melalui jalur hukum perdata.

Hal itu ditegaskan Direktur Perlindungan Sipil Indonesia Juda Nograha Kemlu dalam konferensi pers terkait pembebasan majikan Adelina, Sabtu (25/6 2022).

Adelina adalah seorang pekerja migran Indonesia (PMI) yang meninggal pada 2018 setelah disiksa oleh majikannya Ambika.

Pengadilan federal Malaysia menguatkan keputusan pengadilan banding di mana majikan Adelina, Ambika, dibebaskan dari gugatan tersebut.

Judeh mengatakan keputusan itu jelas sangat mengecewakan dan melukai rasa keadilan masyarakat Indonesia.

Dia melanjutkan, “Dengan keputusan ini, prosedur penuntutan Adelina Sau secara hukum pidana telah berakhir,” katanya.

Menurut hukum Malaysia, pihak yang menuduh adalah jaksa.

Guha mengatakan KBRI Kuala Lumpur dan KJRI Penang telah menunjuk seorang pengacara untuk memantau proses tersebut.

Dari hasil pantauan, jaksa tidak jeli dan tidak serius menangani kasus ini.

Menurut Ghodha, pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai upaya untuk memberikan keadilan kepada Adelina dan keluarganya sejak awal.

Di Indonesia, tiga rekrutan Adelina yang terlambat ditangkap berkat kerja sama polisi dan pemerintah daerah NTT.

“Selain itu, Kemlu berhasil mengamankan hak finansial almarhum berupa gaji, dll selama bekerja melalui KJRI Penang dan KBRI Kuala Lumpur,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.