Spread the love

 Jakarta – Pemegang saham PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) sepakat menggunakan sebagian dari laba bersihnya untuk tahun fiskal 2021 sebagai dividen tunai. Total dividen tunai berjumlah Rs.45 crore.slot indo

Sedangkan sisanya sebesar 3 miliar merupakan dividen interim yang dibayarkan pada 20 Desember 2021.

Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan Cleo melaporkan kenaikan laba sebesar Rp 180 miliar untuk tahun penuh 2021, meningkat 36,1% dibandingkan periode yang sama sebesar Rp 132 miliar tahun sebelumnya.

Sebagian besar belanja modal dialokasikan untuk membangun pabrik baru. Hingga saat ini, CLEO memiliki 27 pabrik pengolahan AMDK dan tiga pabrik lainnya yang diharapkan selesai pada tahun 2022.

Sebelumnya, PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) mengakui dampak kenaikan harga bahan baku dan komoditas. Namun, dampak yang dirasakan dapat diabaikan karena perusahaan memiliki banyak strategi untuk menangani situasi tersebut.

Selasa 31 Mei 2022, COO PT Sariguna Primatirta Tbk Eko Susilo mengatakan “Dampak kenaikan bahan baku dan energi terhadap margin produk CLEO sekitar 2-3%”.

Dalam kasus yang sama, Ferdov Ahmed, Supply Chain Manager PT Sariguna Primatirta Tbk, mengatakan perusahaan sudah memiliki mitra bisnis yang bisa diandalkan saat harga bahan baku naik. Sehingga tidak berpengaruh secara signifikan terhadap operasional perusahaan.

“Perusahaan sudah memiliki mitra bisnis yang dapat diandalkan. Ya. Jadi kami memiliki mitra bisnis yang telah bekerja dengan kami sejak lama dan kami memiliki kontrak pasokan yang dikelola dengan cukup baik,” katanya.

Kerjasama dengan perusahaan dan mitra selama ini berjalan dengan baik dan tidak ada kendala sama sekali. Mereka cukup kompetitif baik dari segi representasi material maupun harga. Ia juga menerapkan hambatan strategis untuk mengatasi bahan baku impor yang terkendala logistik.

Upaya ini sangat berhasil. Hal ini tercermin dari peningkatan produk yang dapat dicapai perseroan selama Lebaran dan peningkatan penjualan sebesar 30% pada kuartal I 2022. Strategi lain adalah beralih ke RPET, bahan kemasan yang ramah lingkungan. atau polietilen tereftalat daur ulang.

“Kami memiliki mitra bisnis yang sangat baik, PT Soka, untuk membantu dan mengirimkan bahan baku plastik yang dapat digunakan kembali ke produk kami,” katanya.

Sebelumnya, PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) menargetkan pertumbuhan pendapatan 30% hingga akhir 2022. Toto Sukartono, Direktur Penjualan dan Distribusi PT Sariguna Primatirta Tbk, mengatakan target tersebut bisa tercapai pada kuartal I 2022. . .

“Jadi kami targetkan pertumbuhan 30%. Kami mencapai 29,7% atau hampir 30% di Q1. PR kami hanya di Q2, Q3 dan Q4,” ungkapnya kepada perusahaan. , Selasa (31 Mei 2022).

PT Sariguna Primatirta Tbk melaporkan pada kuartal I 2022 meningkat 30% menjadi Rs 307,7 miliar.

Pada periode yang sama tahun sebelumnya, tercatat penjualan sebesar Rp 237,19 miliar. Dengan kinerja ini, perusahaan melaporkan laba tahunan sebesar Rs 45,76 miliar pada kuartal pertama tahun 2022, meningkat 9,37% dari Rs 41,84 miliar pada kuartal pertama tahun 2021.

Pada tahun 2022, perusahaan bertujuan untuk mencapai pertumbuhan laba dua digit berdasarkan perkiraan penjualannya. “Pendapatan kami akan tumbuh dua digit,” tambah Toto.

Perseroan telah menyiapkan belanja modal (capital expenditure) sebesar Rp220 miliar pada 2022. Sebagian besar belanja modal akan dialokasikan untuk pembangunan pabrik baru. Hingga saat ini, CLEO memiliki 27 pabrik pengolahan AMDK dan tiga pabrik lainnya yang diharapkan selesai pada tahun 2022.

Leave a Reply

Your email address will not be published.