Spread the love

Pekanbaru – Pegawai Satuan Reserse Kriminal Polresta Pekanbaru masih melakukan pengejaran terhadap kelompok sepeda motor yang diduga sebagai geng motor. Tingkah laku kelompok yang didominasi remaja itu sebelumnya membuat warga resah, karena sering pergi ke karavan untuk mencari pasangan.judi pulsa

Minggu lalu, 5 Juni 2022, seorang remaja berinisial SH menjadi tukang jagal di Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru. Sepeda korban ditendang dan jatuh ke jalan.

Baca juga

Andrey Setiawan, Direktur Bareskrim Polres Pekanbaru, mengatakan kelompok sepeda motor yang melakukan kekerasan terhadap SH masih dalam penyelidikan.

Andrey mengatakan pada sore hari Selasa, 7 Juni 2022, “unit kriminal dan polisi masih melakukan penyelidikan ekstensif di tempat kejadian.

Andrey menjelaskan bahwa pihaknya masih menyelidiki rekaman CCTV penganiayaan tersebut. Kami juga terus mengidentifikasi orang-orang yang terlibat dalam penyalahgunaan kelompok sepeda motor.

Andrei mengatakan: “Kami masih melihat sekilas grup motor. Insya Allah tim masih bekerja untuk memaksimalkan pengalaman mereka.”

Satuan Reserse Kriminal Polres Pekanbaru mengumpulkan data dan dokumen CCTV sebagai barang bukti. Kami juga bekerja sama dengan pemilik CCTV di instansi terkait.

“Analisis CCTV harus bekerja sama dengan Balai Penelitian Forensik Polda Riau,” kata Andrey.

Sementara itu, untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali, Kapolres Pekanbaru Priya Buddhi Sik telah memerintahkan kepolisian setempat untuk melakukan patroli.

*** Untuk memverifikasi kebenaran informasi yang disebarluaskan, silakan hubungi WhatsApp di 0811 9787670 dengan kata kunci yang diperlukan.

Semua orang dari Polsek mendatangi remaja-remaja pinggir jalan di ibu kota Riau. Mereka diminta untuk memeriksa ID mereka dan kembali ke rumah untuk menghindari kejahatan.

Polisi juga mengunjungi gedung kosong di pinggir jalan. Gedung tersebut diyakini pernah menjadi tempat berkumpulnya sekelompok remaja sepeda motor sebelum membentuk konvoi.

Menurut Nursiavnyati, Wakil Direktur Jenderal Humas Polrestabes Pekanbaru, operasi tersebut dilakukan pada saat kemungkinan akan terjadi tindakan kriminal.

“Waktunya berbeda karena semua kelas latihan Polesik,” kata Nursiavniati.

Sebagai referensi, remaja SH terkadang dirawat di rumah sakit setelah dianiaya oleh sekelompok remaja yang diduga sebagai geng motor brutal.

Saat ini, korban sudah pulang ke rumah dan belum membuat laporan resmi. Meski demikian, Polres Pekanbaru menyatakan akan terus menangkap pelaku yang membuat bingung masyarakat.

Silakan tonton video spesifik berikut.

Leave a Reply

Your email address will not be published.