Spread the love

 Bengkulu – Anggota Polres Bengkulu menerima inisial BA atas kasus penyalahgunaan pembantu rumah tangga (ART).

Kapolres Bengkulu AKBP Andi Daddy mengatakan, BA akhirnya bernama Ichk berdasarkan hasil gelar perkara yang dilakukan pada Jumat (10/6/2022) melalui Direktur AKP Welliwanto Malau, Bareskrim Polres Bengkulu Bengkulu.slot deposit

“Setelah memverifikasi judul kasus ini, kami sepakat untuk menetapkan BA sebagai tersangka kasus kekerasan dalam rumah tangga,” kata Malaw.

Pihaknya juga melakukan Tempat Kejadian Perkara (TKP) di rumah tersangka di Desa Sumur, Kota Bengkulu. Selain itu, tersangka diselidiki dan hingga 26 adegan direkonstruksi di rumah tersangka.

CID menambahkan, dari penggeledahan di rumah tersangka, Bpk A dan rombongan menyita barang bukti berupa besi, 4 CCTV tanpa memori, 3 memori, dan colokan yang menyala.

Kemudian mangkok besar beserta tutupnya, rotan, mangkok, kayu bekas 50 cm, besi tarik panjang 50 cm, besi panjang 30 cm panjang 9 cm.

Atas perbuatannya tersebut, tersangka diancam dengan Pasal 44 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang PKDRT berdasarkan Pasal 64 KUHP.

Sementara itu, hingga Kamis, Kodam 17, Sendarawase, menahan Prada YW, anggota batalyon RK751/VGS, dengan 44 butir amunisi di Bandara Jayapura Centani, Kabupaten Papua.

Disampaikan Kapendam XVII Cenderawasih K. Herman Taryaman di Jayapura, Kamis, membenarkan penangkapan seorang tentara Indonesia di pintu keberangkatan bandara, Rabu (8/6).

Penyedia sudah cukup. Hermann Tremann mengatakan Prada YW memiliki 44 peluru, termasuk 42 peluru kaliber 5,56 dan dua peluru hollowpoint kaliber 5,56. Prada YW diamankan oleh petugas keamanan bandara untuk membawa amunisi dan kemudian diberitahukan ke unitnya, Batalyon 751/VJS, di Sentani.

Berbicara tentang pengakuannya, Cabendam mengatakan Prada YW pergi ke Illilim di Kabupaten Yalimo untuk pemakaman ayahnya. Namun, kepala daerah belum mengetahui motif dan tujuan membawa puluhan peluru Prada YW tersebut.

“Kasus ini sedang ditangani oleh Nyonya Baum XVII Sendrawaseh,’ kata Letnan Kolonel Kave dari Hermann Trimm.

Sebelumnya, tim gabungan PNI-POLI telah menangkap Praka AKG di Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, karena terlibat dalam penjualan 10 butir amunisi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.