Spread the love

Tuban – Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang sapi semakin meningkat di Tuban. Kondisi tersebut diperparah dengan tingginya tingkat penularan karena tidak lagi menyebar lintas daerah, melainkan lintas kota.agen slot

Persyaratan itu datang dari Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan, dan Pertanian (DKPPP) Kabupaten Tuban. Selain itu, masyarakat untuk sementara harus menahan diri dari membeli ternak baru.

Saat ini, jumlah kumulatif sapi yang terinfeksi virus PMK mencapai 1.243, menurut otoritas setempat. Peristiwa tersebut menyebar ke 19 dari 20 kecamatan di Kabupaten Tuban.

Angka tersebut mencakup rincian kondisi 1.236 hewan sakit dan enam kematian, dengan tingkat pemulihan hanya satu sapi yang masih rendah.

Namun, meski diakui pihak kelurahan banyak sapi yang sembuh dari penyakit mulut dan kuku, aparat kepolisian tidak berani mengabaikan angka kesembuhan sapi tersebut.

Untuk mencegah penyebaran penyakit mulut dan kuku, pemerintah daerah telah mengeluarkan kebijakan berupa penutupan sementara pasar hewan hingga 14 Juni 2022. Demikian menurut Buletin (SE) Sekda Kota Tuban. (Seka) Tentang pengendalian dan pencegahan penyakit mulut dan kuku pada ternak.

Surat tersebut menyatakan bahwa semua pasar hewan di Kabupaten Tuban ditutup sementara untuk pembelian, penjualan atau perdagangan ternak (sapi, kambing dan domba).

Penutupan tersebut berlaku selama 14 hari terhitung sejak Rabu 1 Juni hingga 14 Juni 2022. Penilaian dilakukan sesuai kebutuhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.