Spread the love

Pekanbaru – Seekor beruang madu menyerang seorang petani bernama Abdul Muttalib di Kabupaten Kuantan Sengenji (Kwansinghe), Kecamatan Kuantan Hiller, Desa Tiratak Baru. Beruntung, korban selamat, namun mengalami luka serius.judi online

Vivin Arviana Jugasura, Pj Direktur Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, menjelaskan, petani itu diserang beruang pada pertengahan Juni 2022. Tim turun untuk mengecek lokasi pada 25 Juni 2022.

Baca juga

Sebelum menentukan lokasi, petugas bekerja sama dengan walikota setempat. Tim kemudian mengunjungi rumah korban untuk mengetahui bagaimana penyerangan itu terjadi.

Vivin mengatakan pada Senin siang, 27 Juni 2022, ”pada kasus tangan korban patah tulang dan luka di lengan kiri.

Abdul mengatakan kepada petugas polisi bahwa kecelakaan itu dimulai saat menarik karet di taman. Jarak dari kebun ke rumah sekitar 3 km.

Saat mengumpulkan karet, beruang madu tiba-tiba menyerangnya dari belakang. Korban melihat tanda putih di dada hewan tersebut.

“Korban berusaha menghadap ke arahnya untuk menghindari serangan itu,” kata Vivin.

Beruang itu masih menggigit lengan kirinya, dan korban berusaha melepaskan cengkeraman hewan itu tetapi tidak melepaskannya. Tanpa pikir panjang, korban pura-pura tidak sadarkan diri dan melepaskan sengatan beruang tersebut.

“Korban tidak bergerak sama sekali sampai beruang itu menggigit lengannya,” kata Vivin.

*** Jika ingin mengetahui kebenaran informasi yang disebarluaskan, silahkan hubungi WhatsApp di 0811 9787670 cukup dengan memasukkan kata kunci yang dibutuhkan.

Setelah beruang itu pergi, korban melarikan diri dari kebun dan meminta bantuan orang. Korban kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan luka.

Survei lapangan di taman korban sangat dekat dengan habitat beruang. Taman Korban berada di dekat Taman Nasional Tesso Nilo, salah satu koloni beruang di Riau.

Di tempat kejadian, petugas tidak menemukan bekas darah atau goresan di pohon karet. Namun, menurut informasi kepala desa, beruang madu sering terlihat di kawasan ini.

Vibin berkata, “Kepala desa mengatakan bahwa ada banyak korban, jadi dia meminta tim untuk meringankan kerusakan.”

Vivin menambahkan, lima warga desa diserang beruang dalam dua tahun terakhir, berdasarkan informasi dari walikota.

Warga mengimbau kepada BBKSDA Riau untuk tidak bekerja sendirian di taman tersebut. Ketika petani melihat beruang, mereka memperingatkan mereka untuk memperhatikan dan menjauh dari kebun mereka.

“Beruang itu salah satu satwa yang dilindungi, jadi jangan bingung dan segera laporkan ke BBKSDA Riau jika melihat beruang,” kata Vivin.

Silakan tonton video spesifik berikut.

Leave a Reply

Your email address will not be published.