Spread the love

Jakarta – PT Waskita Karya Tbk (WSKT) melalui PT Waskita Toll Road (WTR) menambah modal kepada PT Trans Jabar Toll (TJT) yang mengoperasikan Jalan Bogor-Siawi-Sukabumi.slot gacor

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Sabtu, 28 Mei 2022, PT Trans Jabar Tol meningkatkan modal ditempatkan dan disetor menjadi Rp 6,82 miliar. Jumlah tersebut setara dengan 13.646 saham yang diakuisisi sepenuhnya oleh Waskita Toll Road.

Manajemen Waskita Karya membenarkan bahwa transaksi tersebut adalah OJK No. 42/POJK.04/2020 dan Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 menyatakan bahwa itu adalah transaksi fisik terkait.

Karena WTR memiliki 87,60% saham WTR, transaksi ini merupakan transaksi afiliasi karena WTR merupakan anak perusahaan. Sedangkan TJT merupakan anak perusahaan WTR dengan kepemilikan 99,99%. Transaksi juga dianggap transaksi penting karena nilai rantai perdagangannya lebih dari 20% dari modal ekuitas perusahaan.

Transaksi ini tidak menggunakan penilai untuk menentukan nilai wajar dari transaksi subjek dan dependen dan kewajaran transaksi. Hal ini dikarenakan transaksi perusahaan dengan WTR berlangsung dalam rangka restrukturisasi yang dilakukan secara langsung maupun tidak langsung oleh perusahaan.

Waskita Karya mengatakan kesepakatan itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan TJT.

Nilai transaksi ini 0,04% dari modal ekuitas perseroan sebesar Rp15,46 triliun per Desember 2021. Selain itu, per Desember 2021, nilainya 0,03% dari modal ekuitas Rp 22,25 triliun WTR.

Sebelumnya, PT Waskita Karya Tbk (WSKT) melakukan penambahan modal dengan HMETD atau penerbitan HMETD. Acara tersebut akan berlangsung pada awal semester kedua tahun 2022.

Novianto Ari Nugroho, Sekretaris Perusahaan Waskita Karya, mengatakan tindakan tersebut akan dilakukan setelah perusahaan menyelesaikan penangguhan kewajiban pembayaran utang (PKPU) anak usahanya PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP).

Novianto mengatakan di Jakarta, “Karena kita fokus menyelesaikan PKPU dulu, maka pembangunannya diharapkan bisa dimulai pada Juli 2022. PKPU itu semacam syarat untuk mewujudkan masalah hak.” ).

PKPU WSBP diharapkan selesai pada Juni 2022. Melalui ini, perusahaan menargetkan mendapatkan pendanaan baru senilai Rp 1 triliun. Hal itu terjadi setelah pemerintah menyetujui rencana penyertaan modal negara (PMN) untuk perusahaan tersebut.

“Oleh karena itu, PMN mengeluarkan dana masyarakat sebesar Rp3 triliun kemudian Rp1 triliun melalui penerbitan HMETD,” imbuhnya.

Pada 2022, Waskita Karya menargetkan kontrak baru senilai Rp 30 triliun. Selain itu, perusahaan akan menyelesaikan proyek-proyek yang tertunda, melanjutkan restrukturisasi grup dan melanjutkan kemitraan strategis dengan investor, termasuk INA Asset Recycling.

Kami juga akan fokus menyelesaikan pembangunan jalan tol sampai pada level tertentu dengan dukungan pemerintah melalui PMN, yang akan meningkatkan pendapatan jalan dan memfasilitasi proses kemitraan strategis dengan calon investor.

Sementara itu, diharapkan perusahaan dapat mencatat kinerja positif di masa depan dengan mendaur ulang aset, yang sangat membantu dalam mengurangi kerugian perusahaan.

Sebelumnya, PT Waskita Karya Tbk (WSKT) terlibat dalam proyek pembangunan jalan di Sudan Selatan.

Direktur Operasi III PT Waskita Karya Tbk, Gunadi mengatakan proyek sepanjang 1.000 km itu bernilai sekitar Rp 21-25 triliun dan diharapkan selesai pada 2027.

Dalam update perusahaan PT Waskita Karya Tbk yang diadakan di Jakarta pada Rabu, 25 Mei, Gunadi mengatakan: “Proyek jalan di Sudan Selatan ini sepanjang 1.000 km dan memiliki anggaran sekitar Rs 21-25 triliun dan akan dilaksanakan selama 5 tahun. .” “Katanya. . , 2022.

Gunadi mengatakan jalan yang akan dibangun berupa empat simpang dengan panjang masing-masing sekitar 250 kilometer. Menariknya, proyek itu dibayar menggunakan konversi minyak mentah yang dijual ke Pertamina.

Penerimaan dari transaksi Sudan Selatan dan Pertamina dicatat dalam escrow atau rekening bersama sebelum dimasukkan sebagai pendapatan di Waskita Karya.

Konfirmasi akhir kontrak untuk proyek ini diharapkan pada akhir Mei 2022, dengan Wasketa diharapkan mulai menerima dana untuk proyek Sudan Selatan mulai Juli 2022.

Sebelumnya, anak usaha Waskita Karya, PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP), mengalihkan partisipasinya dalam proyek jalan Sudan Selatan. Fandy Dewanto, Asisten PT Waskita Beton Precast Company, mengatakan proyek tersebut akan mulai dikerjakan pada akhir kuartal II.

“Kalau tidak ada kendala, akhir triwulan II atau awal triwulan III,” ujarnya.

Waktu penyelesaian pada dasarnya menyesuaikan untuk batch awal atau batch hilir, kata Fandy. Jadi, semakin cepat likuidasi, semakin cepat perusahaan akan berjalan. Selain Sudan Selatan, perseroan berencana melakukan ekspansi ke beberapa negara lain dengan induk perusahaannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.