Spread the love

 Pekanbaru – Satuan Tugas Penanganan Pengungsi (PPLN) Pekanbaru menduga pengungsi Rohingya melarikan diri dari tempat perlindungannya melalui intervensi organisasi perdagangan manusia. Para pengungsi itu diyakini telah menunggu ketika mereka meninggalkan tempat penampungan pada 24 Mei 2022.slot judi 

Menurut Zulfahmi Adrian, Ketua Satgas PPLN Pekanbaru, tudingan itu dilontarkan karena para pengungsi Rohingya tidak kesulitan mendapatkan informasi. Ada alat komunikasi yang bisa menjangkau siapa saja.

Baca juga

Argumen ini diperkuat setelah dua pengungsi Rohingya tiba di Pekanbaru dari Malaysia. Kedua pengungsi tersebut masuk ke Tanah Air secara ilegal setelah mendapat informasi bahwa 116 pengungsi Rohingya telah tiba di Pekanbaru.

Al-Zulfamy berkata: “(Setelah diamankan) kedua orang ini dibawa bersama pengungsi lainnya dan mereka mengatakan mereka datang dari Malaysia karena istrinya ada di tempat penampungan.

Keduanya dituding memberikan informasi atau petunjuk mengenai keberadaan siapa saja yang bisa dibawa ke Malaysia. Pasalnya, 26 pengungsi melarikan diri setelah pengungsi lain bergabung.

Pria yang juga Wali Kota Pekanbaru, Kibangbul mengatakan, “Kalau keduanya tidak bisa kabur karena tujuannya mencari istri di shelter, mereka ditemukan di shelter sekarang.”

Al Zulfamy diduga karena banyak pengungsi Rohingya lainnya yang berada di dinas sosial melarikan diri saat 26 pengungsi itu melarikan diri.

Zulfahi berkata, “Orang ini berada di Dumai dan melarikan diri pada saat yang bersamaan.

*** Jika ingin mengetahui kebenaran informasi yang disebarluaskan, silahkan hubungi WhatsApp di 0811 9787670 cukup dengan memasukkan kata kunci yang dibutuhkan.

Al-Zulami menjelaskan, pengungsi bisa menginformasikan ke 26 pengungsi yang bisa mereka bawa ke Malaysia.

Al-Zulami menjelaskan: “Kami menunjukkan bahwa serikat perdagangan manusia ini harus aktif di sini. Karena para pengungsi telah memberikan informasi kepada petugas bahwa mereka telah membayar orang yang dapat mengantarkan mereka ke tempat yang mereka inginkan.”

Di sisi lain, tujuan utama pengungsi Rohingya adalah Malaysia, bukan Indonesia. Salah satu alasannya adalah karena Malaysia sudah memiliki banyak komunitas dan keluarga Rohingya di negara tetangga setelah meninggalkan Myanmar.

Al-Zalfamy mengakui bahwa pengungsi Rohingya sudah berbeda dengan pengungsi dari negara pencari suaka lainnya. Esai tentang melarikan diri dari tempat penampungan beberapa kali di beberapa daerah.

“Ketika kami melihat para pengungsi ini, kami mencari mereka dengan berbagai cara, seperti meminta informasi kepada masyarakat,” kata Al Zulfami.

Leave a Reply

Your email address will not be published.