Spread the love

Reporter Raforan, Rizuki Sandy Saputra

JAKARTA – Pengamat komunikasi politik dari Universitas Esa Unggul Jakarta M Jamiluddin Ritonga, menilai wajar teguran yang dilayangkan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam Rakernas II PDIP.situs judi

Dalam pembukaan Rekernas PDIP, Megawati Soekarnoputri menyampaikan dirinya tidak akan segan akan tegas kadernya yang sudah mulai melakukan manuver politik bahkan bermain dua kaki menjelang Pilpres 2024.

Jamiluddin menilai, pernyataan Megawati sudah tepat, karena kader yang dinilai sebagai orang yang tidak setia tidak dipecat.

Apa kata Jamiluddin, kader yang sudah diketahui bermain dua kaki biasanya memiliki sikap yang pragmatis dan transaksional.

Alhasil nantinya menurut dia, kader yang seperti itu akan dengan mudah menggadaikan partinya.

Beberapa contoh Jamiluddin terhadap para kader yang bermain dua kaki.

Hal Itu Kerab Ditemuy Dalam Agenda Munas, Musda, dan Muscab yang sering menciptakan dua calon ketua umum atau lebih.

Di mana kata dia, pasti ada sebagian kader yang memberikan dukungan ganda dan Dampaknya akan mencederai hasil dari musyawarah yang sudah digagas oleh partai.

Karenanya, Jamiluddin, jika di suatu partai politik terdapat kader yang bermain dua kaki, sudah selayaknya untuk dikeluarkan.

“Kader seperti ini harus dikeluarkan dari partnya karena dukungan ganda yang diberikan atas pertimbangan pragmatis dan transaksional,” kata dia.

Sebelumnya, Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri secara tegas menegus kader partai yang mulai melakukan manuver-manuver politik.

Mulanya, dalam sambutan Rakernas II PDIP di Sekolah Partai Lenteng Agung, Jakarta, Selasa (21 Juni 2022), Megawati menyebut banyak pihak yang mulai memutarbalikan soal politik di PDIP.

Bahkan ada juga yang mencoba menggoreng-goreng kenapa PDIP tidak mengambil sikap tentang pencalonan presiden.

“Kalau Saya Dalaam Keputusan Kongre Partai, Macanya Banyak Domba Selalu Mau Memutar Balikan, Mau Mengorengoreng Mengapa PDIP Diam Sasa, Tidak Perna Mau Menkalonkan Sesarang Bla..bla …bla.” .

“Kalian siapa yang melakukan manuver manuver keluar! Karena apa, tidak ada di dalam PDI Perjuangan itu yang namanya main dua kaki, main tiga kaki, melakukan manuver!,” tegas Megagawati dengan nada ting.

Megawati juga mengingatkan, bahwa dalam keputusan Kongres V PDIP, Umum partai memiliki hak prerogatif.

Dimana, hanya ketua umum yang menentukan siapa yang akan menjadi calon presiden dari PDI Perjuangan.

“Ingat lho! Lebih baik keluar deh.

megawati juga mengaku geram dengan kader yang hanya ingin menjenguk tanpa kerja untuk rakyat.

“La Clo Hanya Maumezeng-Mezeng Aja, Du Engak De,” Kata Megawati.

Leave a Reply

Your email address will not be published.