Spread the love

 Jakarta Nutrisi yang baik untuk pasien rawat inap mempercepat pemulihan dan mengurangi risiko komplikasi. Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang dengan malnutrisi berisiko mengalami komplikasi dan tinggal di rumah sakit lebih lama setelah operasi.

Oleh karena itu, pasien rawat inap yang ingin menjalani operasi gastrointestinal harus menjalani pemeriksaan gizi. Jika Anda memiliki kekurangan nutrisi atau malnutrisi, upaya korektif dapat dilakukan untuk mengurangi risiko komplikasi setelah operasi.daftar judi

Studi terbaru yang dilakukan dengan dukungan Fresenius Kavi pada pasien yang dirawat di rumah sakit karena gangguan pencernaan di tujuh negara, termasuk Indonesia, menemukan bahwa banyak pasien di Indonesia yang menderita gizi buruk.

Penelitian ini melibatkan pasien rawat inap dengan penyakit gastrointestinal (47%) dan kanker gastrointestinal (45%). Hasilnya, 76% penderita gizi buruk di Indonesia tergolong sedang hingga tinggi. Artinya 3 dari 4 pasien bedah memiliki risiko malnutrisi sedang hingga tinggi.

Menurut Nurhyat Osman, ahli bedah dari Perhimpunan Ahli Bedah Gastrointestinal Indonesia, malnutrisi pada pasien Indonesia tidak diketahui tetapi belum menjadi fokus petugas kesehatan.

“Mungkin belum diketahui, tapi belum fokus optimal dalam menangani pasien gangguan gizi,” kata Nuryat dalam diskusi online dengan Fresenius Kabi belum lama ini.

Dalam diskusi online belum lama ini, Nurhyat mengatakan: “Jadi dukungan gizi atau koreksi gizi mutlak diperlukan.

Malnutrisi atau kadang disebut dengan malnutrisi adalah suatu keadaan dimana suatu zat gizi kurang, seperti protein, karbohidrat, mineral, atau zat gizi mikro. Malnutrisi disebabkan oleh sejumlah faktor, termasuk kondisi kesehatan pasien.

Menurut data yang menunjukkan bahwa 76% pasien Indonesia sudah mengalami malnutrisi sebelum operasi, koreksi nutrisi sangat diperlukan.

Nurhyat menjelaskan, pasien rawat inap yang menjalani operasi bisa makan dan minum selain nutrisi enteral dan parenteral.

“Pasien yang tidak bisa makan dan minum bisa mendapat nutrisi enteral atau parenteral. Nutrisi enteral bisa diberikan baik melalui mulut atau langsung melalui NGT. Nutrisi intravena diberikan melalui IV, “katanya.

Perbaikan gizi diharapkan dapat mencegah dampak gizi buruk.

Hadir dalam webinar ini, Herlina Harjono, Direktur PT Fresenius Kabi Indonesia, berbicara tentang temuan penelitian dari tujuh negara tentang pentingnya nutrisi bagi pasien yang menghadapi tantangan seperti operasi gastrointestinal.

“Oleh karena itu, kami berharap dapat bekerjasama secara strategis dengan Ikatan Ahli Bedah Gastroenterologi Indonesia (IKABDI) untuk menghindari dampak negatif gizi buruk dengan mengedukasi pasien tentang nutrisi yang optimal,” kata Herlina.

Leave a Reply

Your email address will not be published.