Spread the love

Jakarta – PBESI (Badan Eksekutif Esports Indonesia) memberikan penghargaan dan penghargaan kepada para pemain esports yang berpartisipasi dalam SEA Hanoi Games 2021. Indonesia menduduki peringkat ke-2 dalam ajang olahraga esports Asia Tenggara.situs judi

Sebanyak 38 atlet dikirim untuk mengikuti SEA Games 2021 di Hanoi, di mana 30 di antaranya mampu menyumbangkan medali untuk Indonesia.

Indonesia meraih 2 medali emas di tim Free Fire dan PUBG Mobile, 3 medali perak di nomor PUBG Mobile Solo dan Free Fire dan Mobile Legends: Bang Bang, serta 1 medali perunggu di nomor Cross Fire.

Penghargaan yang diberikan kepada para atlet tersebut berupa hadiah uang tunai dan uang tunai sebesar Rp2.252.700.000 untuk seluruh peraih medali emas, Rp1.234.200.000 untuk seluruh peraih medali perak, dan Rp335.000.000 untuk seluruh pemegang.

Ketua PBESI Budi Gunawan berbicara dalam rapat virtual, Kamis (2/6). / 2022).

Dalam pertemuan tersebut, Bode juga berpesan agar pencapaian tersebut dapat menghasilkan kinerja yang lebih baik di masa mendatang. Oleh karena itu, mengingatkan para pemain untuk mempelajari kelemahan dan kekurangan dari basis evaluasi strategis.

“Pusat pelatihan atau training center yang terprogram dan berkelanjutan bisa menjadi pertimbangan bagi PBESI agar tim esports selalu menghadapi semua jadwal pertandingan dan turnamennya,” kata Boddy.

Simak daftar lengkapnya untuk melihat nama-nama pemain peraih medali esports di SEA Games 2021 di Hanoi.

peraih medali emas

peraih medali perak

peraih medali perunggu

Sebelumnya, Bambang Sunarwibowo, Presiden Badan Eksekutif Esports Indonesia (PBESI), memilih pemain esports jelang SEA Games di Vietnam tahun 2021 atas nama Presiden PBESI Pol (pensiunan) Budi Gunawan.

Menurut Bambang, tes tersebut meliputi persyaratan peralatan, kekuatan mental dan daya tahan atlet. Kali ini, Bambang memberikan instruksi kepada para pemain. kata Bambang saat mengecek persiapan.

Menurutnya, atlet memiliki stamina yang super. Oleh karena itu, diyakini bahwa pemain dapat mencapai hasil pertandingan terbaik.

Pada SEA Games 2021, Indonesia akan mengirimkan 38 pemain esports untuk bermain dalam 6 pertandingan. Bambang berharap Indonesia bisa meraih medali emas di semua nomor pertandingan.

Game esports yang dipertandingkan di SEA game ini adalah FIFA, Crossfire, Free Fire, PUBG Mobile dan Mobile Legends. Para pemain berencana berangkat ke Vietnam pada 10 Mei 2022.

Bambang juga mengatakan bahwa general manager PBESI akan memberikan tambahan uang saku sebesar Rs 850 juta kepada pemain dan fans yang akan pergi ke Vietnam. Selanjutnya, ada hadiah Rp 7 miliar bagi para pemain dan fans yang berhasil membawa pulang medali emas.

Sementara itu, grup e-sports Galaxy Racer mengumumkan akan memperluas bisnisnya ke Indonesia. Hal ini bertujuan untuk memberikan kontribusi bagi perkembangan industri olahraga di Asia Tenggara.

Galaxy Racer (GXR) mengatakan dalam keterangan tertulis yang dirilis pada Sabtu 30 April 2022 bahwa Indonesia merupakan negara berkembang pasar tercepat dan terbesar di Asia Tenggara.

Hal ini terlihat dari lebih dari 52 juta pemain yang memiliki ekosistem esports yang aktif. Hal ini menjadi bukti dari luasnya peluang bisnis Galaxy Racer di dalam negeri.

Mitch Isjera, CEO Galaxy Racer Southeast Asia mengatakan, “Indonesia merupakan negara yang penting untuk pengembangan bisnis mengingat pertumbuhan industri konten olahraga dan game yang sangat tinggi.

Esgira mengatakan, “Orang Indonesia mulai bermain game pada usia 15 tahun, dan kami melihat mayoritas dari mereka bermain melalui platform seluler.”

Karena perkembangan pesat dan ukuran pasar, kami memutuskan untuk masuk ke dalam lima pilar bisnis utama.

Kelima pilar tersebut adalah pembuatan konten dan acara esports, pembuat konten, olahraga waktu, merchandise eksklusif, dan label rekaman, serta bertujuan untuk menjadikan Galaxy Racer sebagai pemimpin dalam pembuatan konten untuk industri digital.

Perkembangan industri digital berkembang sangat pesat, dengan 60 juta pengguna internet baru sejak awal pandemi.

Ekonomi digital Asia Tenggara menjadi pusat perkembangan ini, terutama di industri olahraga. Menurut Galaxy Racer, 43% gamer di kawasan ini berasal dari Indonesia.

Reza Afrian, Regional Director Galaxy Racer Indonesia mengatakan, “Seperti yang kita ketahui esports telah diakui sebagai olahraga oleh pemerintah dan ini baru permulaan.

Leda mengatakan bahwa permainan telah berubah dari hobi sederhana menjadi e-sports atau e-sport, dan ada industri dengan berbagai kemungkinan di masa depan.

“Situasi ini memberi kami banyak pilihan untuk berinovasi melalui strategi bisnis kami,” kata Reda.

Didirikan pada tahun 2019, Galaxy Racer bertujuan untuk memenuhi kebutuhan konten digital yang disukai oleh massa dan mendorong esports, pembuat konten, dan perkembangan ekonomi di Indonesia dan negara-negara lain di seluruh dunia.

GXR mengklaim mendukung lebih dari 100 pembuat konten global, lebih dari 500 juta pengikut, dan 2,5 miliar tampilan per bulan.

Galaxy Racer di Indonesia dipimpin oleh Mitch Esgira sebagai CEO Asia Tenggara dan Reza Afrian sebagai Regional Director untuk Indonesia.

(bendungan/timah)

Leave a Reply

Your email address will not be published.