Spread the love

 Semarang – Suku Samin merupakan salah satu suku di Indonesia yang tersebar dari wilayah Bojonegoro, Tuban, Blora, Rembang, Grobogan dan Pati hingga Kudus. Kehidupan orang tembem terpencar-pencar, dan biasanya hanya ada 5 atau 6 keluarga tembem dalam satu desa.slot indo

Tetapi orang yang gemuk memiliki ikatan yang hebat. Mereka sangat menghargai keberadaan manusia sebagai individu dan makhluk sosial. Secara khusus, ekspresi gen, yaitu Uno Nero Mergo Ningson, Uno Ningson Mergo Nero. Dengan kata lain, aku ada karena kamu dan kamu ada karena aku.

Mengutip berbagai sumber, ada prinsip bahwa orang gemuk tidak mengambil apa pun yang bukan miliknya. Ketika haknya dicuri, dia akan membelanya.

Baca juga

Samin Kawi berbicara dan mencampuradukkan ngoko Jawa setiap hari. Bahasa ini terdengar kasar bagi yang mendengarnya. Namun, bahasa tidak menjadi masalah bagi mereka yang sering berinteraksi dengan suku-suku sosialis.

Selain jujur ​​dan ramah, Samin juga dikenal dengan “sedulur tuwo”-nya. Bagi orang gemuk, ungkapan ini adalah janji yang tidak boleh ditinggalkan.

Setelah di desa, seseorang meninggal. Banyak orang, apalagi pria paruh baya berusia 75 tahun, merasa jijik. Seorang lelaki tua berpakaian batik hitam dan coklat datang ke pemakaman.

Orang tua itu tidak banyak bicara dan berjalan menuju tempat di mana mayat itu dikuburkan. Kemudian dia membuka penutup atas sampai akhirnya dia melihat langsung ke wajah mayat.

“Saudara-saudara, asalkan kamu datang ono, selanjutnya adalah Dadi Ono. Saeki ora ono manh. Yo kebijaksanaan, jangan mencari kedamaian saya. (Saudara, kecuali kamu ada, kamu menjadi ada. Sekarang lebih Tidak ada ‘tidak ada. Yah, saya berdoa.” Semoga Tuhan selamat) ” kata pria itu.

Demikian halnya dengan orang gemuk, kecuali kata “fitnah” yang artinya dua bersaudara.

Mereka dikenal sebagai suku yang ramah, tetapi jika menyangkut penjajah, orang samin sangat menentang. Pada masa penjajahan Belanda, pengikut Samin Surosentiko menentang keras dia.

Protes tersebut bukan berupa kekerasan, tetapi tindakan seperti penolakan membayar pajak dan penolakan untuk mengatur pemerintah kolonial. Di mata penjajah, suku Samin dikenal sebagai oposisi dan pemberontak, dan selalu menentang pemerintah.

Ini dikenal sebagai ajaran Seddor Sequipe. Sedulur berarti saudara dan Sikep adalah senjata. Sedulur Sikep merupakan ajaran yang mengutamakan perlawanan tanpa senjata dan kekerasan.

Sampai saat ini, orang-orang gemuk memiliki cara hidup mereka sendiri. Mereka membuat pupuk dan irigasi sendiri tanpa mengikuti Program Keluarga Berencana (KB).

Karena kemandirian mereka, orang gemuk tidak tahu apa itu krisis ekonomi dan mata uang. Juga tidak bergantung pada kemajuan teknologi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.