Spread the love

Surabaya – Sekretariat Majelis Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Shulihen, Jawa Timur, membenarkan bahwa pihaknya belum lama ini mengumumkan tiga Fatwa tentang pernikahan beda agama di Surabaya.judi mudah jackpot

Pada Senin, 27 Juni 2022, dia berkata, “Ya, benar. Setelah Pengadilan Negeri Surabaya mengizinkan banyak pernikahan beda agama. Kami telah diadili dan beberapa posisi telah diajukan oleh Komisi Fatwa di Jawa Timur.” Kata.

Shulihen mengatakan pengadilan negeri Surabaya tidak melegalkan pernikahan beda agama, hanya mengizinkannya.

Schulehen mengatakan stigma saat ini akan mengarah pada kohabitasi kecuali pernikahan agama dilegalkan.

“Ini soal prasangka. Ya atau tidak. Tapi orang yang kawin beda agama tentu melanggar ajaran agama. Jadi, tetap tidak bisa mengatasi yang sudah pasti bias.”

1 – Fatwa MUI 4/MUNAS VII/MUI/8/2005 tentang Perkawinan Beda Agama, UU No. 1974 1 dan Kompilasi Hukum Islam, Komisi Fatwa Jawa Timur telah menolak pernikahan beda agama. Tidak sah.

2. Perkawinan tidak terbatas pada hubungan dan transaksi pribadi, tetapi mengandung unsur perbudakan atau ekspresi ketaatan hamba kepada tuhannya. Islam melarang pernikahan beda agama.

Dengan demikian, ketika perkawinan beda agama disahkan, secara otomatis mendorong seseorang untuk melanggar ajaran suatu agama, yaitu melanggar UU UU 1945, Pasal 29(2).

3. Larangan perkawinan beda agama dalam Islam bukanlah diskriminasi terhadap agama lain, melainkan suatu bentuk menjaga keuntungan, perlindungan atau perlindungan, salah satu tujuan Syariah, pelindung agama.

Artinya, melegalkan perkawinan beda agama merupakan bentuk perbuatan koruptif atau negatif yang harus dihindari dalam fikih, khususnya dalam putusan Dar Al-Missafir.

Leave a Reply

Your email address will not be published.