Spread the love

Malang – MDH, warga Purwakarta, Jawa Barat, ditangkap polisi di Malang atas kasus pembunuhan. Heri Setiawan, rekan tersangka yang sama, ditemukan tewas empat bulan lalu di Sungai Bangu, Malangsi.judi online

Kasus pembunuhan di Malang bermula pada 10 Februari 2022, ketika warga menemukan jenazah Hari Setiawan, warga Kabupaten Malang Pakistan, yang hanyut di Sungai Bangu di Flimping, Kota Malang. Korban dibunuh oleh pasangannya.

AKP Bayo Viprianto Prayuga, Kepala Divisi Reserse Kriminal Polres Malansi, mengatakan keluarga korban awalnya percaya bahwa insiden itu murni bunuh diri. Saat itu, hasil otopsi tidak menemukan bekas luka di tubuh korban.

“Motor korban hilang belum ditemukan sehingga menimbulkan kecurigaan di pihak keluarga,” kata Payo di Malang, Selasa, 7 Juni 2022.

Korban dan pelaku saling mengenal dengan baik. Korban sering menjual ponsel dan pakaian, dan pelaku sering membeli pakaian dari korban. Polisi masih menyelidiki motif pembunuhan tersebut.

Pada awalnya, saya memiliki keinginan untuk terluka karena pekerjaan. Namun, kami sedang menyelidiki apakah ada motif lain.”

Kejadian bermula saat warga menemukan jasad korban terapung di Sungai Pango. Kejadian tersebut awalnya diduga merupakan kecelakaan yang hanyut oleh orang biasa, atau diduga korban bunuh diri dengan cara tenggelam di sungai.

Polisi menyelidiki insiden tersebut dengan meminta informasi dari keluarga korban. Diketahui bahwa Hari tidak pulang ke rumah selama sebulan sebelum kematiannya dan tinggal di rumah kos Raja Pandan Malangsi di Bumi.

Keluarga menduga sepeda motor korban tidak ditemukan, jadi bukan bunuh diri. Polisi menyelidiki insiden tersebut, berbekal keterangan dari keluarga korban dan saksi lainnya. Kemudian ada informasi tersangka MDH menggunakan sepeda motor korban.

Tersangka tidak bisa menghindari mengendarai sepeda motor dengan terlebih dahulu membunuh korban. Pembunuhan dimulai pada Rabu dini hari, 9 Februari 2022, saat seorang korban mabuk mengendarai sepeda motor menuju rumah tersangka.

Tersangka dalam keadaan sadar dan membawa korban ke pinggiran Sungai Pango. Usai menghentikan sepeda motor, MDH membawa korban ke tepi sungai. Di sana, korban hanyut terbawa arus sungai dan terbawa arus setelah hujan deras.

Adapun perbuatannya, tersangka diancam dengan pidana penjara paling lama 15 tahun menurut Pasal 338 KUHP dengan tuduhan membunuh orang lain. Kini tersangka dijejalkan ke ruang bawah tanah Mabulresta Malang.

Leave a Reply

Your email address will not be published.