Spread the love

Koresponden La Boran, Nuval Lantin

Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Minku Bulukam) Mahfud MD mengatakan persepsi masyarakat terhadap ideologi Pancasila mulai memburuk.slot gacor

Jika kemunduran ideologi sosial tidak ditangani dengan baik, kata Maafuz, ideologi tabu seperti neo-komunisme dan khilafah bisa dihidupkan kembali.

Dewasa ini, kesadaran masyarakat terhadap ideologi Pancasila tampak menurun. Mahfouz mengatakan dalam rapat koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri dan Pj Kepala Daerah pada Kamis (6 Juni 2022) bahwa khalifah sebagai sistem pemerintahan, meskipun ukurannya kecil, kini mulai muncul.

Namun, Mahfouz berpesan agar para pejabat tetap memahami masyarakat dari sudut pandang ideologis.

Mahfouz mengatakan rakyat boleh punya aspirasi, tapi bagaimanapun, isu ideologis harus sejalan dengan konstitusi.

Mahfouz menambahkan, sebaiknya pemilik gagasan bisa mengarahkan gagasan melalui jalur terbuka melalui parpol.

Mahfouz mengatakan kepala daerah tidak boleh membiarkan kegiatan masyarakat yang bertentangan dengan ideologi negara.

“Saya katakan jika situasi terus mentolerir perbedaan pendapat atau polarisasi ideologi, saya khawatir akan sulit untuk dihadapi di masa depan,” kata Mapuz.

Pengajar Program Studi Terprism SKSG UI Sabto Priyanto mengatakan hal itu berdasarkan informasi langsung dari mantan anggota Lembaga Perasuransian Nasional yang juga temannya.

Sabto berbicara pada Selasa (14/6 2022) dalam diskusi campuran bertajuk Masa Lalu, Sekarang, dan Masa Depan Negara Islam Indonesia (NII).

Berdasarkan cerita seorang rekan, Sapto menjabarkan sejumlah hal penting yang menjadi poin penting dalam kehidupan organisasi.

Dia mengatakan organisasi seperti NII biasanya membutuhkan nomor. Karena tanpa pemimpin, tidak ada organisasi yang dapat berkembang dan berfungsi dengan baik.

Kemudian NII yang sedang berkembang saat ini bersifat regional, seperti NII di KW IX yang dipimpin oleh Abu Tutu atau Panji Gumilang.

Kesulitan mendeteksi deteksi NII KW IX. Ia mengatakan, mayoritas anggota NII kini aktif menyamar.

Dia berkata, “Ya, melihat beberapa orang Indonesia yang masih hidup, mereka masih mengatakan bahwa pemahaman mereka tentang Lembaga Perasuransian Nasional belum hilang.”

Untuk itu, dia menilai pemerintah harus memberikan perhatian serius kepada organisasi antipancasella.

Leave a Reply

Your email address will not be published.