Spread the love

JAKARTA – Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan MD Mapuz memberikan sambutan pada ’50th Human Rights Council’ yang diselenggarakan di Jenewa, Swiss pada Senin (13/6) tentang upaya perlindungan hak asasi manusia pascapandemi COVID-19. /2022).

Mahfouz menyarankan tiga hal yang bisa dilakukan Dewan HAM PBB, mengingat dunia masih menghadapi dampak multidimensi dari pandemi COVID-19 terhadap HAM dan pembangunan.bocoran slot

Pertama, kata dia, Dewan HAM harus bisa memastikan bahwa setiap orang memiliki hak yang sama dalam menghadapi virus corona dan pandemi yang akan datang.

Kedua, dia mengatakan Dewan HAM dapat memperkuat dialog dan kerjasama dalam memperkuat perlindungan HAM, terutama di masa krisis.

“Ketiga, perlindungan dan realisasi hak-hak perempuan harus terus berlanjut”, kata Mahfouz dalam keterangan resmi yang dirilis Tim Humas Kemenkopolhukam, Senin (13/6/2022).

Mahfouz juga mengatakan Indonesia telah meluncurkan Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia (Ranham) dari tahun 2021 hingga 2025.

Dia mengatakan rencana aksi difokuskan pada pelaksanaan dan perlindungan hak asasi manusia dari empat kelompok sasaran utama: perempuan, anak-anak, penyandang cacat dan masyarakat adat.

Mahfouz menjelaskan, 85% penduduk Indonesia memiliki jaminan kesehatan sebagai bagian dari target ketiga Sustainable Development Goals.

Ia mengatakan akan terus bertambah hingga mencapai 100% dari jumlah penduduk.

Ia juga mengatakan Indonesia terus berupaya mengurangi kemiskinan ekstrem melalui berbagai program, termasuk pembangunan infrastruktur di seluruh nusantara.

Dia mengatakan Indonesia juga telah mendeklarasikan pengentasan kemiskinan ekstrem pada tahun 2024.

Dia menambahkan bahwa Indonesia sedang dalam proses meratifikasi sebuah konvensi untuk melindungi semua orang dari penghilangan paksa.

Dia mengatakan ratifikasi akan melengkapi delapan dari sembilan instrumen internasional utama untuk melindungi hak asasi manusia.

Mahfouz mengatakan: “Indonesia terus mengalokasikan 20% anggaran nasional untuk pendidikan, meningkatkan akses masyarakat terhadap pendidikan. Hal ini berdampak pada peningkatan secara signifikan angka melek huruf di tingkat nasional dan peningkatan kesetaraan gender dalam pendidikan.” “.

Leave a Reply

Your email address will not be published.