Spread the love

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta berterima kasih kepada Kejaksaan yang mengusut dugaan korupsi PT Garuda Indonesia.

Badan Pemberantasan Korupsi menyatakan siap memberikan bantuan kepada aparat penegak hukum.poker idn

Baca juga

“Dalam penyidikan ini, KPK berkomitmen untuk memberikan semangat sinergis dan mendukung pemberantasan korupsi di kalangan aparat penegak hukum,” kata Pj Juru Bicara KPK Ali Picri dalam keterangannya, Selasa (28 Juni 2022). .

Ia mengatakan KPK juga menangani kasus korupsi di PT. Garuda Indonesia. Kasus tersebut terkait dengan suap dan pencucian uang (TPPU) pembelian pesawat dan mesin pesawat oleh Airbus, ATR, Bombardier dan Roll Royce.

Tersangka yang ditahan di KPK sama dengan tersangka baru kejaksaan, yakni mantan perwakilan Garuda Indonesia Emirsyah Satar dan mantan Direktur PT Mugi Rekso Abadi Soetikno Soedarjo.

Amercia Star divonis 8 tahun dan Sutikno 6 tahun.

Penyelidikan baru terhadap kantor Kejaksaan di PT, menurut Ali. Garuda Indonesia kali ini berbeda dengan apa yang diraih KPK. Ini mewakili semangat penegakan hukum terhadap korupsi.

Dikatakannya, agar penerapan undang-undang ini benar-benar dapat memberikan efek jera bagi pelaku dan memberikan ganti rugi atas kerugian keuangan yang diderita negara, ujarnya.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung menetapkan dua tersangka baru dalam kasus korupsi pembelian pesawat oleh PT Garuda Indonesia (Persero) antara 2011 hingga 2021.

Mereka adalah Emirsyah Satar (ES), mantan Chief Manager PT Garuda Indonesia, dan mantan Manager PT Mugi Rekso Abadi (MRA) Soetikno Soedarjo (SS).

Jaksa ST Burhanuddin dari Kejaksaan Jakarta Selatan mengatakan pada hari Senin bahwa “publik mengungkapkan bahwa dua tersangka baru telah diidentifikasi sebagai .Abadi.” (2022-06-27).

Menurut Burhanuddin, kerugian keuangan pemerintah dalam peristiwa PT Garuda Indonesia itu mencapai Rp 8,8 triliun. Kedua tersangka baru itu terus ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas keterlibatannya dalam kasus suap.

Tersangka dijerat dengan pasal 18, Pasal 3, dan Pasal 2 Ayat 1 UU Pemberantasan Korupsi. Namun, keduanya tidak ditahan karena masih menjalani hukuman dalam kasus PT Garuda Indonesia yang ditangani KPK.

Leave a Reply

Your email address will not be published.