Spread the love

 Jakarta Banyak yang menyambut baik kebijakan pemerintah yang melonggarkan penggunaan masker dengan mengizinkannya dilepas di luar ruangan. Namun, ada pihak yang prihatin dengan kebijakan ini.slot casino gacor

Di antara banyak orang yang tidak memakai masker bahkan saat berada di luar ruangan, seseorang mengkhawatirkan keselamatan dirinya sendiri.

Psikolog klinis Mega Tala Harimukti mengatakan: “Beberapa orang yang masih sangat prihatin dengan pandemi COVID-19 lebih peduli dengan kebijakan ini. Orang-orang di sekitar saya masih ada di sana.”

Cara ini mencegah kecemasan, terutama bagi mereka yang merasa tidak nyaman dengan politik. Ikuti prosedurnya sampai Anda merasa aman.

“Semua tidak bisa kita kendalikan, jadi kalau politik bikin tambah resah, ikuti protokol kesehatan,” kata Mega dikutip Antara.

Sementara itu, kita juga harus menerima kenyataan bahwa ke depan banyak orang yang akan menerapkan kebijakan pelonggaran masker bahkan terkesan mengabaikan protokol kesehatan.

Mega mengatakan kami tidak memiliki kendali atas orang lain. 

Masyarakat tetap bisa menjaga orang-orang terdekatnya diantara kebijakan yang ada. Selain memakai masker di tempat umum, terutama di ruangan tertutup, Anda juga bisa rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir serta mendapatkan vaksin COVID-19.

Mengenai kecemasan yang muncul ketika orang mulai melepas masker mereka, Dr. Dr. Profesor Penyakit Menular dan Pengobatan Pencegahan di Vanderbilt University Medical Center di Nashville, Tennessee. Ini normal, kata William Schaffner.

Kondisi ini dibandingkan dengan pasien yang dirawat di unit perawatan intensif dan terus dipantau. Ketika membaik dan dipindahkan ke bangsal umum, ada banyak kasus kecemasan.

Pada Selasa, 17 Mei 2022, Presiden Jokowi mengambil alih sendiri penggunaan masker. Dalam konferensi pers yang disiarkan langsung di kanal YouTube Sekretariat Presiden di Istana Bogor, Jokowi mempersilakan penonton melepas masker saat berada di luar ruangan atau di ruang terbuka yang tidak terlalu padat.

Perdana Menteri Jokowi mengatakan pemerintah telah memutuskan untuk melonggarkan kebijakan penggunaan masker saat orang beraktivitas di luar ruangan atau di area terbuka dan tidak ramai.

Namun, orang yang bekerja di ruang terbatas dan menggunakan transportasi umum harus memakai masker.

Anjuran penggunaan masker tetap berlaku bagi kelompok yang berisiko terpapar COVID-19, seperti lansia (lansia), penderita penyakit penyerta, dan anak-anak yang belum divaksinasi COVID-19.

“Bagi masyarakat yang tergolong lanjut usia atau dengan penyakit penyerta, tetap dianjurkan menggunakan masker saat beraktivitas,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.