Spread the love

Siaran Pers Ayo Lina

Jakarta – Tidur larut malam tidak baik untuk kesehatan.

Jumlah normal tidur untuk orang dewasa adalah 7-9 jam setiap malam.bandar slot

Namun, beberapa orang memiliki kebiasaan tidur larut malam karena ada pekerjaan yang harus diselesaikan, seperti belajar atau bekerja lembur.

Kebiasaan ini mengancam kesehatan tubuh. Stroke hingga kematian mendadak, misalnya.

Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (UNAIR) Dr. Warda Rahma, pakar gangguan tidur di Islamic SpN(K), mengungkapkan bahwa ritme tidur terdiri dari pengasuhan sejak kecil. Tidur larut malam pada orang tua adalah salah satu alasan mengapa mereka begadang.

“Biasanya di Maroko, hormon melatonin mulai muncul. Kemudian puncaknya sekitar jam 9 atau 10. Kemudian mulai berkurang pada jam 2. Itu otomatis,” tambahnya.

Instruktur FK UNAIR juga mencatat bahwa keberadaan cahaya menghambat produksi melatonin. Risiko insomnia kronis meningkat di usia tua.

Potensi Bahaya Kesehatan

Begadang sering disertai dengan camilan dan makan berlebihan.

Hal ini memicu sistem pencernaan yang perlu istirahat. terkena d. Kebiasaan ini dilaporkan meningkatkan risiko obesitas, diabetes, dan penyakit refluks gastroesofageal.

Banyak anak muda saat ini menderita GERD atau asam lambung yang meningkat. Seorang ahli saraf di Rumah Sakit Universitas Erlanga mengatakan, “Salah satu alasannya adalah Anda begadang.”

Begadang secara otomatis akan memberi energi pada Anda di malam hari. Mulailah dengan belajar, bekerja, berolahraga, menonton dan bermain. Ini secara otomatis meningkatkan kortisol, yang seharusnya rendah di malam hari.

Orang dengan kadar kortisol tinggi mudah stres dan depresi. Keesokan paginya dia lelah. Dia memiliki temperamen yang cepat dan tidak stabil. Selain itu, dia bermain game online. Betul sekali. Kemenangan membuatnya semakin bersemangat. “Saya marah bahkan ketika saya kalah,” katanya.

Dia menambahkan bahwa peningkatan kortisol meningkatkan detak jantung. Kortisol juga dapat menyebabkan tekanan darah tinggi.

“Kortisol meningkat dengan kopi, camilan, dan merokok,” kata seorang ahli gangguan tidur.

Leave a Reply

Your email address will not be published.