Spread the love

Jakarta – Penyidik ​​Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan telah memeriksa jajaran direksi dan staf PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) dalam penyelidikan dugaan suap mantan Wali Kota Yogyakarta Haryadi Al-Suyuti.situs tergacor

Identitas saksi antara lain delapan CFO PT Summarecon Amita Kusumawaty, Staf Keuangan PT Summarecon Marcella Devita dan Direktur Properti PT Java Orient Danda Jaya Kartika.

Direktur Bisnis dan Real Estat PT Summarecon Agung Herman Nagaria dan Syarif Benjamin, Kepala Keuangan dan Akuntansi Summarecon Property Development Donny Werawan.

Mereka akan dimintai keterangan untuk melengkapi berkas penyidikan Wakil Presiden Real Estate Summarecon Agung Oon Nusihono.

Juru bicara KPK Ali Fikri mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Senin (20 Juni 2022) bahwa “dia sedang diperiksa sebagai saksi untuk tersangka, Un Nosihonu.”

KCP telah melantik mantan Wali Kota Yogyakarta Haryadi Al-Suyuti (HS). Trianto Bodhi Yuno (TBY), Kepala Badan Penanaman Modal dan Program PTSP Nurwidhihartana Kota Yogyakarta (NWH), serta asisten pribadi dan sekretaris Haryadi, diduga menerima suap.

Sementara itu, sebagai pemberi suap, KPK telah menunjuk PT Summarecon Agung Tbk, Vice President Real Estate Division Oon Nusihono (ON).

Dalam pembangunan kasus tersebut, disebutkan terlibat suap dalam dugaan perolehan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) untuk pembangunan apartemen Royal Kedhaton yang terletak di kawasan Malioboro Yogyakarta.

Haryadi dituding menghapuskan sedikitnya dana sebesar Rs 50 juta dari Oon untuk setiap pengurusan izin yang diajukan sejak 2019.

IMB untuk usulan pembangunan apartemen Royal Kedhaton akhirnya diumumkan pada Kamis 2 Juni 2022.

Di hari yang sama, Oon memberikan uang kepada Haryadi. Namun, KPK menangkap mereka tak lama setelah transaksi.

Uang yang ditemukan selama proses OTT berjumlah $27.258.000.

Uang dibungkus dalam tas hadiah.

Oon sebagai donatur dijerat dengan Pasal 55(1) A atau B KUHP atau Pasal 55(1) sampai dengan 1 Pasal 13 UU Pemberantasan Korupsi.

Sedangkan ahli waris Haryadi, Norwidhartana dan Trianto dijerat dengan surat-surat dalam pasal 12a, b, atau 11 KUHP juncto ayat 1 sd 1 Pasal 55 KUHP.

Leave a Reply

Your email address will not be published.