Spread the love

Tangerang – Pada Sabtu (6 November 2022) pagi pukul 02:30 WIB, sekitar 100 pot tanaman Aglaonema dicuri dari Kabupaten Tangerang.

Pencuri yang terekam CCTV sedang mencabuti tanaman Aglaonema dari pot bunga satu per satu.live kasino

Rekaman CCTV menunjukkan pencuri itu mengenakan topeng.

Rekaman CCTV langsung menyebar di kalangan pegiat Aglaonema dan menjadi perhatian utama, terutama bagi Asosiasi Aglaonema Nusantara (ASA), organisasi resmi para kolektor, penghobi, penjual, penanam dan penanam tanaman hias Aglaonema.

Iko Setiadi, Ketua DPC Asosiasi Tangerang Raya (ASA), membenarkan bahwa pencurian rekaman CCTV itu terjadi di DPC ASA Kabupaten Tangerang Raya.

Ia menjelaskan, Selasa (14/6/2022) ”Benar ini terjadi pada salah satu dari kami dan kami kehilangan sekitar 83 juta rupee dalam satu pot sekitar 100 pcs.”

Peran pelaku adalah yang menjaga bagian luar dan pelaku yang membobol areal kebun.

Pelaku ini sangat nekat saat memasuki areal kebun Aglaonema dengan cara menggali tanah di bawah pagar dan menyerbunya.

Usai kecelakaan, korban didampingi Wali Kota Tangerang Raya Echo Setiadi melapor ke Polsek Tegaraksa Tangerang.

Pada Senin (13/6/2022), penyidik ​​Polsek Tigaraxa melakukan prosedur tempat kejadian perkara (TKP) untuk melacak pelaku pencurian.

Menurut Eko, proses pidana yang diawasi oleh bagian hukum DPP ASA adalah preseden yang baik karena wilayah Tangerang Raya selama ini rawan pencurian Aglao.

Sebelum ASA terbentuk, lebih dari 7 petani/pedagang di Aglao dijarah, dengan kerugian diperkirakan lebih dari ratusan juta rupee di mana-mana.

Namun, korban enggan menyelesaikan masalah karena kurangnya dukungan.

Kasus Magelang, kami melacak pelakunya

Sementara itu, petani Aglaonema Agus Sutrisna asal Magelang mengaku telah mengejar tersangka pelaku pencurian Aglaonema senilai lebih dari 50 juta rupiah.

Kronologi kecelakaan Rabu (18/6/2022) lalu, Aglaonemanya dirampok oleh orang tak dikenal sekitar pukul 07:30 WIB.

Dalam video tersebut dipastikan bahwa tanaman Aglaonema sebenarnya adalah miliknya.

Kemudian dia melacak pengirim video dan mencoba menjual Aglaonema yang dicuri, dan ada seorang pria berinisial Y yang mengaku telah mengirim Aglaonema dan mencoba menjual Aglaonema.

Namun, Y membantah bahwa dirinya adalah pencuri dan mengaku hanya menerima video dari temannya yang berinisial YL.

Akhirnya, Y mengantar korban ke rumah YL bersama penyidik ​​kepolisian Montellan.

Di rumah YL, dia hanya bertemu saudara perempuan YL, dan ketika ditanya penyidik, YL mengatakan dia pergi dua hari yang lalu dengan membawa barang bukti atau mencuri Aglaonema.

Kasusnya masih berlanjut dan para pelaku diharapkan segera diadili.

DPP ASA: Tidak Damai, Pengadilan Lanjut

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Radin Agus Cholik membenarkan pihaknya telah menugaskan bagian hukum DPP ASA untuk mengawal korban secara langsung.

Dia menceritakan kisah penangkapan pencuri, setelah itu dia akhirnya diampuni dan tanpa pengadilan karena kemanusiaan.

Ternyata pria itu telah melakukan pencurian lagi.

Mengetahui hal tersebut, Radin Agus mengimbau kepada para korban perampokan untuk segera melaporkannya ke DPC ASA atau shelter terdekat untuk segera mendapatkan bantuan atau bantuan hukum.

Sementara itu, Jaksa Agung ASA, Luqman Hakim, mengatakan pihaknya kini tengah membantu para korban perampokan.

Luqman juga menegaskan bukan hanya pencurinya yang akan ditindak, namun barang curian tersebut juga bisa diadili oleh seorang kolektor yang mengetahui dan memilih membeli aglaonema.

kata pengacara yang juga dosen hukum pidana Fakultas Hukum Universitas Bhayangkara Jabodetabek itu, di bawah perlindungan Polri.

Namun, tidak semua kasus dibawa ke pengadilan dan kami telah memberikan contoh kasus (jenis) penipuan ID Aglaonema.

Dengan kata lain, meskipun Aglaonema murah tapi dijual dengan harga yang tidak menguntungkan, atau Aglaonema menjualnya dengan harga selangit sebagai ID.

Leave a Reply

Your email address will not be published.