Spread the love

Pemakaman Imril Khan Mumtaz atau Iril, putra Radwan Kamel, akan digelar pada Senin, 13/6/2022.

Jenazah Count saat ini diangkut dari Gedung Pakuan ke lokasi pemakaman di Semaung, Bandung.gacor slot

Jenazah putra sulung Rizwan Kamel itu meninggalkan gedung Pakuan sekitar pukul 09:10 WIB.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Carmel dan istrinya Atalia Praratia terlihat di dalam mobil.

Sementara itu, kawasan di sekitar Earl’s Cemetery di Cimaung, kawasan pengembangan Islamic Center, tampak ramai.

Nantinya, prosesi pemakaman Ariel dimulai pukul 11.00 WIB.

Warga yang melihatnya di YouTube TV mulai berkerumun di sekitar kuburan.

Banyak warga yang menunggu jenazah Ariel tiba di pintu masuk pemakaman.

Pada Senin (13/06/2022), seorang reporter TV di Semaung, Bandung, mengatakan, “Anda bisa melihat warga di kiri kanan jalan menunggu jenazah Ariel tiba.”

Namun, warga tidak memiliki akses ke kuburan.

Seperti diketahui, jenazah Imril Khan Mumtaz atau Iril, putra Ridwan Kamel, tiba di Bandara Soekarnohata (Swata) pada Minggu siang (6 Desember 2022).

Setibanya di Bandara Sota, konvoi jenazah Count dari Departemen Luar Negeri AS (Kemenru) diantar ke keluarga di ruang kargo korps.

Usai serah terima, keluarga dan jenazah Pangeran langsung diberangkatkan ke kantor Gubernur Jawa Barat di Bandung pada pukul 17.00 WIB.

Setibanya di Gedung Pakuan, keluarga melakukan salat jenazah untuk Iril.

Dan keesokan harinya (Senin ini) pemakaman Count diadakan di Semaung, Bandung.

Makam Earl semakin ramai, menunggu orang datang dari subuh.

Menurut TribunJabar.id, warga antusias menghadiri pemakaman Emmeril Kahn Mumtadz di Cimaung, Kabupaten Bandung, meski tidak diperbolehkan masuk pada Senin (13 Juni 2022).

Mereka sudah siap datang ke kuburan sejak subuh.

Warga juga rela menunggu hingga siang hari karena jumlah orang yang diperbolehkan masih terbatas.

Imas Siti Saliha (43) seperti warga Belinda.

Ia mengaku datang usai salat subuh sekitar pukul 05.00 WIB.

Sambil menunggu di depan kuburan, Emmas berkata, “Saya ingin melihat kesusahan dan duka secara langsung. Saya harap saya bisa melihat dan berdoa secara langsung.”

Begitu pula Adi Terman (63).

Dia ingin berdoa sendiri dan akan menunggu dengan sabar.

Sambil menangis, Adi mengungkapkan belasungkawanya, dengan mengatakan, “Bahkan ketika saya mengetahui informasi ini (Eriel tenggelam), saya menangis karena saya sedih.”

Semakin banyak orang yang datang hari ini.

Mereka menunggu jenazah tiba di depan kuburan.

(/ Suci Bangun DS, TribunJabar.id/Lutfi Ahmad Mauludin, .tv)

Baca lebih lanjut tentang kecelakaan Unta Putra Radwan

Leave a Reply

Your email address will not be published.