Spread the love

Jakarta – Kollantas Polri kembali menggelar proses kepatuhan 2022 untuk meningkatkan kepatuhan dan ketertiban lalu lintas di seluruh Indonesia.situs gacor

Proses ini juga berlaku di wilayah hukum Polda Metro Jaya dengan nama Operasi Patuh Jaya 2022 yang akan dimulai pada Senin 13/6/2022.

Tujuan dari proses terorganisir ini adalah untuk membuat orang mematuhi kemacetan lalu lintas.

Proses ini akan berlangsung selama 14 hari, mulai 13 hingga 26 Juni 2022.

Bulda Metro Gaya Kumbis Indra Zulpan, Direktur Humas, mengatakan Operasi Taat 2022 di kawasan Bulda Metro Gaya akan dimulai Senin pagi dengan pengerahan pasukan.

Kapolres Metro Gaya Inspektur Fazel Omran secara pribadi akan memimpin upacara pengerahan pasukan di Lapangan Daqqa Polda Metro Gaya.

Zulpan dalam keterangannya, Senin (13/6/2022):

Dalam Operasi Patuh Jaya 2022, penegakan hukum juga dilakukan melalui denda manual dan penegakan Electronic Traffic Law (ETLE).

Juga, petugas polisi di tempat hanya menegur pelanggar.

Delapan pelanggaran ditargetkan selama Operasi Taat 2022, mengutip tmcpoldametro, akun Instagram resmi TMC Polda Metro Jaya.

1. Melawan arus

Jenis pelanggaran ini diatur dalam pasal 287 UU. Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ) mengenakan denda paling banyak Rp 500.000.

2. Knalpot keras atau di bawah standar

Berdasarkan Pasal 285 ayat (1) dan LLAJ Pasal 106 ayat (3), pengemudi yang menggunakan asap knalpot berbahaya dipidana dengan pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250.000.

3. Mobil menggunakan gardan putar.

Tergantung pada apakah rotator disetel atau tidak, penalti akan diterapkan pada kendaraan yang tidak sesuai dengan penunjukan papan tulis.

Pelanggaran terhadap ketentuan ini dapat dipidana dengan pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp250.000 sesuai dengan LLAJ Pasal 287 ayat (4).

4. Balapan yang sulit diatur dan cepat

Pelanggaran Pasal 297 bersama dengan Pasal 115 B LLAJ dikenakan denda hingga satu bulan atau hingga 3 juta rupee.

5. Menggunakan ponsel saat mengemudi

Penggunaan ponsel saat mengemudi dapat mengakibatkan denda hingga Rp 750.000 berdasarkan pasal 283 LLAJ.

6. Tidak menggunakan helm SNI

Aturan pemakaian helm harus dipatuhi sesuai dengan SNI. Pelanggaran terhadap LLAJ Pasal 291 dikenakan denda paling banyak Rp 250.000.

7. Tidak memakai sabuk pengaman

Setiap pengemudi kendaraan 4WD yang tidak mengenakan sabuk pengaman saat mengemudi dapat dikenakan denda hingga Rp250.000 berdasarkan LLAJ Pasal 289.

8. Naik sepeda motor yang bisa menampung dua orang atau lebih

Membawa lebih dari satu penumpang saat mengendarai sepeda motor dikenakan denda paling banyak Rp 250.000 berdasarkan LLAJ Pasal 292.

Leave a Reply

Your email address will not be published.