Spread the love

 Pekanbaru – Harapan keluarga Salem yang divonis 14 tahun di PN Pekanbaru kandas. Gugatan Agung Salim C dari Pengadilan Tinggi Riau tidak diterima karena putusan pengadilan yang lebih rendah dikuatkan.joker slot

Sebelumnya, pejabat Grup Vikasa mengatakan masing-masing Bhakti Salim alias Bhakti, Agung Salim alias Agung, Eli Salim alias Ali dan Christian Salem alias Christian, masing-masing terlibat dalam tuduhan penipuan investasi. Korban investasi mengalami kerugian sebesar Rp 84 miliar.

Baca juga

Majelis hakim Pengadilan Tinggi Riau menolak kasasi kuasa hukum terdakwa. Hakim lebih memilih memori kasasi yang diajukan oleh Kejaksaan Negeri Pekanbaru.

Putusan Hakim Pengadilan Tinggi Riau tersebut dikeluarkan pada 29 Maret 2022 dalam Putusan Pengadilan Negeri Pekanbaru No. Diperiksa 1170/Pid.Sus/2021/PN Pbr.

Hal itu ditegaskan Zulham Bardman Bani, Kepala Bareskrim Kejari Pekanbaru. Namun, mereka belum menerima vonis.

Pada Jumat sore 3 Juni 2022, Zulham mengatakan: “Tidak ada salinan yang diterima, tetapi informasi diterima, dan keputusan Pengadilan Tinggi Riau menguatkan keputusan Pengadilan Negeri Pekanbaru, yang menghukumnya 14 tahun penjara.”

Terkait putusan pengadilan banding penipuan investasi, Zelham belum mengetahui apakah para tergugat akan mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung.

“Saya tidak tahu apakah akan mengajukan banding atau tidak,” kata Sulham.

*** Untuk memverifikasi kebenaran informasi yang disebarluaskan, silakan hubungi WhatsApp di 0811 9787670 dengan kata kunci yang diperlukan.

Dan untuk kasus tindak pidana pencucian uang yang menewaskan keempat terdakwa, Zulham mengatakan pengajuannya ditangani oleh Kejaksaan Agung. Dalam hal ini, mereka sedang menunggu pengiriman.

“Delegasi dan barang bukti menunggu di Pekanbaru-Kegari,” kata Zulham.

Dalam putusan kasasi, hakim menemukan bahwa keempat terdakwa telah dihukum secara sah dan persuasif atas kejahatan tersebut. Hal ini dilakukan dengan terus menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan tanpa izin komersial dari Bank Indonesia.

Hakim kemudian memvonis terdakwa masing-masing 14 tahun penjara. Hal ini juga dikenakan denda pidana Rs 20 miliar dan dihukum hingga 11 bulan penjara jika denda tidak dibayar.

Pengadilan juga menyatakan bahwa seluruh masa penahanan bagi terdakwa dikurangi dari hukuman. Hakim juga memerintahkan agar terdakwa ditahan.

Selain itu, majelis hakim menyetujui permintaan ganti rugi sebesar Rs 84 juta yang diajukan oleh saksi korban. Mereka adalah Archinios Nabitopoulou, Burma Simanonkalit, Meli Nofrianti, Agus Yanto Manak Bardidi, Elida Sumarni Siyagian, Bandaputan Lumbanturwan, Aoki Yunus Jia, Tempul S Pardidi, Dartu Johnson Marulianto Siagian.

Selain itu, majelis hakim atas nama Agung Saleem telah memerintahkan agar beberapa alat bukti mengenai hal ini diteruskan ke JPU untuk digunakan dalam perkara TPPU dengan nomor berkas 008/I/RES.1.11/2022/Dittipideksus. teman-teman.

Leave a Reply

Your email address will not be published.