Spread the love

Surabaya – Justicia, 24, terdiri dari dua pencuri pada Rabu malam (6 Agustus 2022, Surabaya, Sampikreb, Sampicreb, Runthar, Jalan Niaga, Kecamatan Gabora) Anda menjadi korban geng brutal.kpk slot

Sepeda motor Honda Vario nomor L-6311-XV yang dikendarai korban saat itu disita dua orang perampok.

Modus operasinya adalah pelaku membenturkan sepeda motor dengan korban pada korban hingga korban terjatuh dan tak berdaya.

Setelah itu, pelaku menarik sepeda korban dan kabur meninggalkan korban dengan rasa sakit akibat benturan.

konsekuensi dari kecelakaan. Korban yang berdomisili di Desa Sambikrib Surabaya mengalami luka memar di kaki, tangan dan punggung serta mengalami luka ringan. Lepuh muncul di berbagai bagian kulit tubuh.

Ceritanya, kecelakaan itu terjadi saat Yusticia pulang kerja pada sore hari.

Wanita bercadar adalah karyawan desain untuk sebuah perusahaan farmasi di Surabaya Barat.

Namun sebelum kembali ke kediamannya di kawasan Sampicrepe Surabaya.

Habiskan waktu bersama teman kerja di pinggiran Kampus Unesa, Jalan Raya Kampus Unesa, Lidah Wetan, Lakarsantri, Surabaya.

Puas dengan waktunya hingga sekitar pukul 22.30 WIB, Yusticia melintasi kawasan Jalan Kampus Unesa dan melintasi depan Kedutaan Besar AS di Jalan Jalan Citra Raya Niaga No untuk pulang. 2, Sampicreb, Surabaya.

Setelah melewati kedutaan AS, terungkap bahwa sekelompok bandit telah mengikuti dari belakang sepeda motor Justicia.

Sekitar 200 meter sebelum sampai di Masjid Pytor Rosak Citra Raya, Jalan Niaga Japura, Jalan Citraland Surabaya, Luntar, Kota Surabaya.

Kedua pembunuh berantai itu mengendarai sepeda motornya dan berusaha memeras sepeda motor korban untuk merebut tas yang tergantung di bahu kiri Justicia.

Namun upaya itu tidak berhasil.

Tangan kiri Eusticia yang kuat menahan tasnya agar tidak diseret oleh penyerang.

Saat dihubungi (grup Surya.co.id) pada Minggu (6 Desember 2022), ia mengatakan, “Saya tidak merasa orang mengikuti saya karena saya biasanya menyeberang ke sana.”

Seorang bandit yang mengejar Eustice, yang mengendarai sepeda motor secepat mungkin seolah tidak ingin mangsanya kabur.

Sayangnya, Justia melakukan upaya untuk melarikan diri dari para pelaku, tetapi dengan sedikit keberhasilan.

Sepeda motor pelaku yang sudah berada di sisi kanan sepeda motor terdorong ke belakang untuk kedua kalinya sehingga menyebabkan sepeda motor Justicia terjatuh sehingga kedua ujungnya terjatuh secara bersamaan.

‘Nah, bagaimana saya tertangkap lagi dan memukuli mereka sampai kita jatuh bersama.’

Salah satu pelaku, yang menyadari korban tidak berdaya, menyita sepeda motor milik Eusticia yang terjatuh dan lepas kendali.

Pelaku yang kemudian berhasil menguasai sepeda motor korban kabur meninggalkan wanita tersebut.

Meski terluka, Yusticia mengaku berusaha menarik jaket pelaku yang berusaha mencuri sepeda motor tersebut.

Katanya, “Saya bangun mencoba menarik jaket, lalu saya kalah dan akhirnya jatuh lagi. Sepeda motor saya dicuri.

Ketika Yusticia menemukan bahwa sepeda motornya hilang, dia berlari ke pos keamanan terdekat di mana dia dirampok untuk meminta bantuan.

Yusticia sempat menelepon pamannya menggunakan ponselnya dan terkadang mencoba menghentikan beberapa pengendara yang lewat.

“Karena penjaga tidak lewat. Saya lari ke penjaga dan memanggil paman saya. Ada sepeda motor setelah kecelakaan, tetapi dia tidak berhenti,” katanya.

Sebelum akhirnya dia melaporkan kejahatan tersebut ke markas polisi setempat bersama keluarganya.

Eusticea mengaku mengunjungi puskesmas terdekat untuk mengobati berbagai bagian tubuhnya yang terkena.

“Memar di lengan bagian belakang seperti luka ringan,” jelasnya.

Kecelakaan itu mengejutkannya, terutama pada malam hari, ketika dia bepergian sendirian dengan sepeda motor.

bahkan shock. Dia mengaku belum kembali bekerja sejak hari kecelakaan.

“Saya kaget, saya tidak berani lewat Citraland naik motor. Saya lebih kaget lagi dengan motor malam. Kamu belum masuk kerja,” jelasnya.

Yusticia mengaku tidak begitu tahu ekspresi wajah mereka.

Selain itu, mereka juga mengenakan helm, masker, dan jaket.

Kondisi jalanan yang gelap di TKP menyulitkan untuk memperhatikan penampilan atau ciri-ciri pelaku.

Tapi seperti yang dia ingat. Pelaku menggunakan sepeda motor matic bermerek pabrikan Yamaha.

Diketahui, pelaku tercerai berai dan menumpuk di jalan di lokasi kejadian melalui kaca spion bagian kanan sepeda motor yang dikendarai pelaku.

Selain kaca spion, Eusticia mengatakan bahwa penembak tertinggal akibat perkelahian, dan ada sandal di sebelah kiri.

“Motor Yamaha (motor penjahat). Saya tidak tahu apakah ini spion kriminal, Yamaha, atau Ben Mio. Kemudian sepertinya penjahat itu menahan penjahat karena saya di sebelah kaca spion yang saya terjatuh. ” sudah berakhir.

Sementara itu, Kepala Reserse Kriminal Bolrestaps Polres Lakarsantri Surabaya Iptu Bambang mengatakan, korban telah melaporkan kejadian tersebut ke markasnya.

Penyelidikan untuk mengidentifikasi tersangka masih berlangsung.

Ipto Bambang memeriksa media dan berkata, “Ya, itu telah dilaporkan dan benar bahwa penyelidikan masih berlangsung. Saya berharap agar perintah segera dikeluarkan dan pelakunya dapat ditangkap.”

Artikel ini diunggah di Surya.co.id dengan tajuk: Saya ditabrak sepeda motor hasil rampasan dari Lakarsantri Surabaya, rusuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published.