Spread the love

Makassar – Total penyaluran FinTech Co-Finance di Sulsel mencapai Rp 5,1 triliun. Di antaranya, pinjaman fintech P2P yang jatuh tempo pada April 2022 sebesar Rp339 miliar.joker slot

Sementara jumlah perusahaan pemberi pinjaman di Sulawesi Selatan sebanyak 12.546 perusahaan, dan 936.248 perusahaan mengambil pinjaman.

Baca juga

Ada beberapa faktor yang menyebabkan maraknya pinjaman peer-to-peer (P2PL) premium, di antaranya masyarakat dan usaha kecil semakin menyadari manfaat P2PL. Kegiatan edukasi seperti Fintech Lending Day 2022 juga berdampak positif terhadap literasi masyarakat sekitar P2PL.

Fintech co-financing sendiri merupakan opsi tambahan bagi usaha kecil dan menengah (UMKM) yang mencari pembiayaan. Adanya gap pendanaan sebesar Rp 1.650 triliun di sektor UMKM menjadi tantangan sekaligus peluang bagi FinTech co-financing.

“Ada beberapa daerah di Indonesia yang membutuhkan pembiayaan, salah satunya Makassar.”

Fintech co-financing memberikan alternatif pilihan yang lebih mudah bagi pelaku UMKM untuk mendapatkan pembiayaan bantuan permodalan. Saat ini, lebih dari 50% pinjaman joint finance fintech berada di sektor produksi.

Perubahan di masa pandemi Covid-19 kini mulai membuat perbedaan, namun UMKM tetap membutuhkan pembiayaan dari Fintech co-financing agar usahanya dapat terus berkembang selama ini.

Hingga pertengahan April 2022, total fintech lending atau penyedia fintech lending yang berizin dan diawasi OJK berjumlah 102. Berdasarkan data OJK, saldo kredit industri fintech loan tercatat sebesar 632,19. Per April 2022, OJK memiliki total 80,33 juta peminjam, dengan total pemberi pinjaman 874.000 perusahaan.

Di sisi lain, kehadiran Fintech di Indonesia memberikan banyak manfaat bagi masyarakat. Hal ini terutama terjadi ketika orang-orang yang terpinggirkan dan unbanked masih banyak terjadi di daerah lain, termasuk usaha kecil. Namun, di sisi lain, layanan penyedia tekfin seringkali tidak diakses secara bijak oleh pengguna.

Fintech juga menghadapi tantangan tersendiri karena masih banyak masyarakat Indonesia di sektor keuangan digital. AFPI dan OJK sama-sama terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada seluruh masyarakat tentang integrasi keuangan, khususnya terkait keuangan berbasis teknologi.

Sebagian besar usaha kecil merasa sulit untuk mengumpulkan uang dari bank. Padahal, jika dilakukan penelitian lebih lanjut, sektor UKM memiliki peluang besar untuk memajukan bisnisnya. Adanya fintech lending memungkinkan pemberi pinjaman berbasis digital, memiliki persyaratan yang mudah, mengelolanya, dan memiliki akses pembiayaan yang mudah secara real time.

Sehubungan dengan edukasi keuangan digital ini, AFPI menyelenggarakan acara Fintech Lending Day – Makassar di Sulawesi Selatan dengan dukungan dari Badan Jasa Keuangan (OJK) dan beberapa perusahaan fintech.

Acara ini merupakan ajang sosial dan edukasi bagi seluruh masyarakat khususnya usaha kecil dan menengah (UKM) terkait layanan keuangan yang dilaksanakan oleh perusahaan pembiayaan bersama Fintech di Indonesia.

Entjik S.Jafar, Head of Education, Literacy and Research AFP, mengatakan acara Fintech Lending – Makassar, seiring dengan pentingnya peran Fintech co-financing bagi perekonomian nasional, menjadikan AFPI sebagai alat yang tepat untuk meningkatkan inklusi keuangan dan akses ke keuangan. UMKM khususnya UMKM berada di dalam dan sekitar Makassar.

“Hal ini juga akan menjadi isu arah strategis kami sebagai asosiasi yang mengawal fintech co-financing,” kata DanaRupiah, CEO.

FinTech Lending Days – Makassar akan diselenggarakan di Hotel Claro Makassar Sulawesi Selatan selama 3 hari dari tanggal 23-25 ​​Juni dengan tema “Leveraging Alternative Financing from Makassar for MSMEs for FinTech Co-Financing”. Agendanya adalah business matching UKM, Expo dan Talk Show UMKM, serta Golf Day.

Acara ini dipersiapkan untuk mendukung rute B20 dan G20 Indonesia. Rangkaian Fintech Lending Days sebelumnya telah diselenggarakan mulai tahun 2021 di Denpasar, Bali dan Malang, Jawa Timur.

Acara Fintech Lending Days – Makassar yang diadakan di Anging Mamiri didukung oleh Kredit Pintar, Privy, UKU, Tongdun, AdaPundi, Asetku, Modal Nasional, Easycash dan Pefindo, dengan gabungan anggota Fintech Finance dan AFPI Support.

“FinTech Lending Days – Makassar merupakan forum penting dan fasilitas co-financing FinTech bekerja sama dengan OJK untuk memberikan peningkatan literasi dan keuangan digital kepada para pelaku UKM di Kota Makassar dan Indonesia Bagian Timur, “kata Regulasi Fintech, Layanan Perizinan dan Pengawasan. . Keuangan Keuangan (OJK) Tris Julianta.

Menurutnya, pemahaman keuangan digital di kawasan masih menjadi tantangan bersama bagi regulator pembiayaan bersama OJK dan Fintech saat ini.

Stephen Parinosa, Deputi Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan, OJK Kantor Wilayah 6 Sulampua, mengucapkan terima kasih atas kepercayaan menjadi tuan rumah Fintech Lending Days – Makassar untuk mendukung pertumbuhan Fintech co-financing di Makassar.

Sebagai langkah konkrit, pihaknya menggandeng Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dalam kegiatan business matching dengan UMKM untuk meningkatkan tingkat pemahaman keuangan digital masyarakat Sulsel.

Selain itu, fintech joint finance dapat terus berkembang dengan kerjasama dan dukungan penuh dari pihak swasta dan pemerintah.

Hybrid Concept Fintech Lending Days – Program Makassar yang membekali peserta dengan pengetahuan keuangan dalam skala besar baik offline maupun online (via Zoom).

Dengan 150 peserta online dan lebih dari 200 peserta, serta mahasiswa dari usaha kecil dan kecil, acara Fintech Lending Days – Makassar diharapkan dapat menjadi jembatan antara pelaku usaha kecil atau pengusaha dan pemberi pinjaman teknologi keuangan untuk saling memberi. . Dampak positif lainnya dan pengembangan usaha bersama.

Leave a Reply

Your email address will not be published.