Spread the love

Lombok Indonesia, telah berkomitmen untuk mendonasikan $50 juta ke Financial Interim Fund (FIF) untuk Pencegahan, Kesiapsiagaan dan Respon (PPR) untuk epidemi di masa depan.slot 

Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan Republik Indonesia, mengumumkan pada Pertemuan Kelompok Kerja Gabungan Keuangan-Kesehatan G20 pada 31 Mei 2022 bahwa dana perantara keuangan itu dibuat melalui kesepakatan. Epidemi dapat terus berlanjut.

Budi Gunadi mengatakan pada konferensi pers untuk Kelompok Kerja Kesehatan II di Aruna Senggigi Resort & Convention di Lombok, “Sebagai negara dengan ekonomi besar, kami telah menyumbangkan $ 50 juta untuk Dana ini (FIF). 6 Juni 2022.

Dana perantara akan mulai bekerja untuk mengumpulkan dana untuk pandemi di masa depan. September 2022 FIF bisa resmi dan resmi aktif.

Budi Gunadi menambahkan: “Kami sudah menyiapkan FIF untuk pandemi berikutnya. Kami berharap dapat mengumumkannya secara resmi pada bulan September.”

Setelah dana intermediasi keuangan terbentuk, Budi Gonnady Sadkin menegaskan bahwa pembahasan bagaimana mengelola penggunaan dana masih sulit. Negara mana yang didahulukan karena ada pertimbangan penggunaan dana nanti.

Seperti yang kita ketahui tentang pandemi COVID-19, banyak negara di dunia berjuang untuk mengakses vaksin, peralatan medis, dan obat-obatan karena kurangnya dana darurat kesehatan untuk menanggapi pandemi.

Seperti yang dijelaskan Bode: “Yang banyak dibicarakan saat ini adalah bagaimana uang digunakan dan siapa yang menggunakannya. Kami ingin Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) lebih progresif. .” alat kelamin.

Dia mengatakan, “Hingga saat ini, kami telah berkumpul untuk mendukung distribusi tidak resmi vaksin di seluruh dunia.”

“Anda membeli vaksin, mendistribusikannya, dan Anda sudah tahu siapa yang akan memberikannya lebih dulu. Negara mana yang harus divaksinasi dan negara mana yang tidak.”

“Yang terpenting uangnya bisa digunakan. Begitu dana terkumpul, harus digunakan. Sekarang kita harus menggunakannya dan ke sanalah perjuangan menuju. Saya pikir tantangan terbesar bagi kita adalah duduk bersama dan membuat pasti kita setuju. Tentang siapa yang akan menggunakan uang itu dan bagaimana caranya” ujarnya.

Indonesia, tuan rumah kepresidenan G20, mendesak semua negara G20 untuk memperkuat mekanisme pendanaan dan pembiayaan untuk memerangi epidemi di masa depan. Selain vaksin, perlu juga membeli alat diagnostik seperti alat kesehatan.

“Kami melihat sisi terapeutik dan diagnostik. Apakah itu berhasil? Salah satu yang sangat sukses dalam vaksin seperti COVAX dan GAVI. Kami perlu membangun yang baru. Perkuat mekanisme pendanaan ini (FIF) dan Mengapa tidak memperkuatnya ?”, jelas Menteri Kesehatan Budi Gunadi.

“Kami membuatnya menjadi akselerator resmi. Tapi kami harus mengikuti apa yang telah dilakukan oleh Global Fund, GAVI, CEPI dan UNICEF. Organisasi yang ada telah membuktikan kemampuan mereka untuk melakukan ini, jadi kami perlu terlibat.) Baru. “

Kementerian Keuangan dan Kementerian Kesehatan RI menghadiri pertemuan ke-4 JFHTF (The Joint Working Group on Health and Finance of the Group of Twenty) pada 31 Mei 2022. Pertemuan keempat dipimpin bersama oleh Indonesia yang diketuai oleh JFHTF, dihadiri oleh pakar dari Kementerian Keuangan dan Kementerian Kesehatan Italia, Wimbe Saputra, Menteri Makroekonomi dan Keuangan Internasional Republik Indonesia, dan Kunta Wippawa , Menteri Kesehatan RI. .

Pertemuan keempat dihadiri oleh seluruh negara anggota G20 dan negara undangan, serta organisasi internasional seperti World Health Organization (WHO), Bank Dunia (WB), dan United Nations Children’s Fund (UNICEF). .

Hasil pertemuan keempat Joint Family Health Fund (JFHTF) tersebut akan digunakan sebagai masukan untuk Rapat Menteri Keuangan dan Kesehatan Juni 2022 dan akan digunakan sebagai bahan diskusi pada Rapat Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral. Pertemuan ketiga grup FMCG) akan diadakan pada bulan Juli tahun depan.

Wempi Saputra, Co-Chairman JFHTF, membuka pertemuan dengan menjelaskan agenda yang dibahas dengan seluruh negara anggota G20 dan memberikan pidato pembukaan.

Kunta Wippawa memimpin sesi pertama konferensi yang berfokus pada pembaruan arsitektur kesehatan global yang berkembang dan bagaimana G20 dapat berkontribusi.

Menyusul hasil forum ke-3 terakhir, negara-negara anggota G20 membahas isu-isu berikut.

Di bawah pengembangan Dana Perantara Keuangan Bank Dunia atau FIF untuk Pandemi PPR, pemerintah Indonesia berencana untuk berkontribusi. Selain itu, FIF merupakan capaian nyata G20 yang memperkuat keinginan Indonesia sebagai negara ketua G20.

Indonesia nantinya dapat memanfaatkan pendanaan yang diberikan oleh FIF untuk pandemi PPR dan mendapatkan manfaat langsung dari donasi yang akan dibayarkan untuk mendukung perubahan di sektor kesehatan Indonesia.

JFHTF dalam G20, bersama dengan Sekretariat JFHTF, memainkan peran penting dalam mencapai pencegahan, kesiapsiagaan dan respon (PPR) untuk penyakit menular dan keadaan darurat kesehatan lainnya, dan mendukung keselarasan kesehatan dan keuangan dengan peraturan kesehatan internasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published.