Spread the love

Somsel – Mantan Gubernur Sumsel Alex Nordin divonis 12 tahun penjara.

Alex Norden divonis bersalah dalam kasus korupsi pembangunan Masjid Sriwijaya dan pembelian gas bumi oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pertambangan dan Energi Provinsi (PDPDE).situs judi

Hakim menilai, tindakan Alex yang saat itu menjabat Gubernur Sumsel telah merugikan negara.

Kebijakan yang diambilnya ketika membangun Masjid Sriwijaya mempengaruhi orang lain.

Diantaranya adalah Kaka Issa Saleh Sadiqin Sumsel dan Yaniarsyah Hasan, Direktur PDPDE, dan Direktur Gas PDPDE Mudai Madang.

Hakim Ketua Yuz Rizal mengatakan, “Membebani terdakwa bersama tiga terdakwa lainnya merugikan negara”, saat membacakan putusan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tepikor) Palembang, Rabu (15/6/2022).

Untuk pembangunan Masjid Sriwijaya, dari total subsidi Rp 127 miliar, terdapat kerugian pemerintah sebesar Rp 64 miliar.

Kerugian itu akibat masuknya dana ke pengusaha PT Brandas Abipraya.

Fakta lain yang juga disebutkan Alex adalah tindakan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi, keterlibatan dan nepotisme.

Saat bepergian, Alex sopan dan menjadi tulang punggung keluarga selama persidangan.

Kuasa hukum Alex, Valdus Sitomorang, dalam putusan majelis hakim, menyatakan kliennya benar-benar tidak bersalah dalam dua kasus korupsi.

Pasalnya, denda seperti denda Rp 2,1 miliar yang diminta JPU pada sidang terakhir, Rp 30,2 juta dalam kasus PDPDE, dan Rp 4,8 miliar dalam kasus Masjid Agung Sriwijaya tidak dikenakan. diberikan oleh hakim.

Valdos mengatakan, “Klien kami tidak melakukan tindakan ilegal kecuali kami dapat membuktikan bahwa dia menerimanya dengan cara itu dalam arti tidak mendapatkan satu sen pun dari uang yang mereka klaim telah merugikan negara,” kata Valdos.

Jika putusan ini diadili, Valdous dan Alex akan mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (PT).

Saya langsung mengajukan banding tanpa pikir panjang,” katanya.

Penulis: Kontributor Palembang, Aji YK Putra

Artikel ini adalah

Leave a Reply

Your email address will not be published.