Spread the love

Majene – Sayangnya, MY, 17, warga Majene, Sulawesi Barat (Sulbar) meninggal dunia saat mengunjungi rumah kekasihnya. Kecelakaan tersebut terjadi pada tanggal 25 Mei 2022 di Kecamatan Rangas Majene, kawasan Pa’besoang.slot ramadhan

Dalam kasus meninggalnya korban akibat penganiayaan, polisi Mageni menetapkan lima tersangka, masing-masing MT (15), AW (16), J (29), S (20), dan AF (14).

Kapolsek Magen AKP Viprianto Ciagian mengatakan, MT bukan hanya tersangka utama, melainkan kakak dari simpanan korban. Saat didatangi, korban didampingi tiga orang temannya, salah satunya AB, 19 tahun, yang menyebabkan kerusuhan yang berujung pada penganiayaan.

Bipriianto kepada wartawan, Senin (Senin 30 Mei 2022) bahwa “Tersangka MT yang berada di pantai bersama Tersangka A dan AF, diberitahu bahwa seorang pria telah masuk ke rumahnya. Tersangka dan dua temannya kemudian diberitahu. lari pulang, ” dia berkata. ). ).

Biprianto menambahkan, saat tiba, tersangka menemukan korban dan tiga temannya di pintu dapur. Tersangka menanyakan keberadaannya, dan teman korban, AB, menjawab dengan kasar dan meminta tersangka segera pergi.

“AB haus dengan pertanyaan tersangka dan minta air minum,” kata Biprianto. “Kemudian AB terus berbicara hingga tersangka segera meninggalkan rumah.”

Vibrianto tersinggung dengan jawaban kasar itu dan menampar wajah AB. Hate Check, AB mabuk dan bahkan tidak tahu dia ada di rumah tersangka.

Bipriianto menjelaskan, “Sementara itu, Mai, korban yang meninggal saat itu, berusaha mengisolasi tersangka, tetapi juga dipukul di bagian wajah sebanyak tiga kali.”

Setelah melihat MT memukul AB dan korban, empat tersangka lainnya juga ikut terlibat. Bahkan, tersangka AW memukul kepala korban dengan tongkat bambu hingga menyebabkan korban terjatuh.

“Korban sempat dirawat di rumah sakit, tapi keesokan harinya meninggal karena trauma berat di kepala,” kata komisaris Polri.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 80(3) atau Pasal 170(1), Ayat 2 sampai dengan 3 KUHP sehubungan dengan Pasal 17, 76c, Undang-Undang Perlindungan Anak Indonesia tahun 2016. 15 tahun penjara dan Rp 3 miliar (Pasal 80 unsur). Paragraf 3). Pasal 170 (1), (2) dan (3) diancam dengan pidana penjara selama-lamanya 5 tahun 6 bulan dan sampai dengan 12 tahun dalam hal kematian karena kekerasan.

“Khususnya, tersangka MT telah menjadi sasaran beberapa pasal karena meninju dua korban dengan tinjunya, AB dan MY yang tewas,” pungkas Febryanto.

Leave a Reply

Your email address will not be published.