Spread the love

Untuk memberikan pelayanan kesehatan yang komprehensif kepada peserta JKN, BPJS Kesehatan mengajak peserta untuk memeriksakan catatan kesehatannya. Pemeriksaan riwayat kesehatan dapat dilakukan dengan sangat mudah melalui aplikasi mobile JKN, website BPJS Kesehatan, Asisten Obrolan BPJS Kesehatan (CHIKA), atau langsung saat peserta mengunjungi program FKTP secara langsung.info slot

Direktur Penjaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan Lilly Kesehatan mengatakan BPJS Kesehatan terus memperkuat program pencegahan preventif dengan memperluas akses pemeriksaan kesehatan. Hal ini penting dilakukan, dan selain untuk mencegah risiko atau eksaserbasi penyakit, kami berharap pelayanan awal yang diberikan FKTP kepada pesertanya dapat terlaksana sepenuhnya.

“Jangan khawatir. BPJS Kesehatan memberikan kemudahan bagi peserta untuk memeriksakan riwayat kesehatannya melalui berbagai saluran. Pemeriksaan ini dilakukan minimal setahun sekali dan dapat diikuti oleh seluruh peserta JKN, terutama yang berusia 15 tahun ke atas. selesai. . Setiap tahun, kami dapat menyaring ulang peserta sehingga kami dapat terus memantau kesehatan mereka.”

Survei riwayat kesehatan ini dilakukan dengan cara partisipan mengisi pertanyaan tentang riwayat kesehatan, keluarga, dan pola konsumsi makanannya. Peserta yang telah mengunduh aplikasi seluler JKN akan diminta untuk mengisi tes, atau peserta dapat memilih untuk memeriksa sendiri catatan kesehatannya untuk mengambil tindakan pencegahan. Bagi peserta yang menggunakan layanan support chat BPJS Kesehatan CHIKA di Whatsapp, Telegram dan Facebook Messenger (08118750400), peserta dapat mengisi pilihan fungsi cek riwayat kesehatan.

Namun, bagi peserta yang tidak dapat menggunakan kanal digital, dapat menggunakan layanan medis setelah melakukan check in di FKTP. Pada saat melakukan pendaftaran layanan FKTP, aplikasi P-Care FKTP, sistem registrasi layanan FKTP, menampilkan notifikasi pembuatan pemeriksaan riwayat kesehatan.

“Charging sangat mudah, tidak memakan waktu lama dan membutuhkan waktu kurang dari 10 menit, sehingga tidak mengganggu waktu pelayanan FKTP,” ujar Lilly.

FKTP dapat membantu peserta mengelola penyakitnya secepat mungkin dengan melakukan profil penyakit pada peserta yang terdaftar dengan mengambil riwayat kesehatan. Hal ini sesuai dengan peran FKTP sebagai gatekeeper dan koordinator asuhan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi peserta.

Skrining riwayat kesehatan ini dilakukan untuk membantu peserta JKN mendeteksi potensi risiko penyakit kronis, termasuk diabetes, tekanan darah tinggi, ginjal kronis, dan penyakit jantung koroner, sedini mungkin untuk mencegah penyakit. Penilaian tahun 2021 menunjukkan bahwa dari 2,2 juta peserta dengan riwayat medis yang dikonfirmasi, 14% memiliki potensi risiko tekanan darah tinggi, 6% penyakit jantung koroner, 3% penyakit ginjal kronis, dan 3% PJK. .diabetes. merokok.

“Dalam penilaian ini, kami berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan preventif dan preventif bagi peserta JKN dengan fokus pada transformasi pelayanan kesehatan dasar di Indonesia. Kami juga memastikan bahwa hasil skrining mengunjungi peserta dengan kelompok risiko tinggi. Kami lebih aktif dalam mendorong hal ini, juga bagi peserta JKN-KIS yang sudah memiliki penyakit kronis, kita akan perkuat pemantauan kesehatan melalui Program Prolanis dan Rujukan (PRB).” (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published.