Spread the love

 Jakarta – Petugas kesehatan haji diperkirakan akan mengalami heat stroke pada seluruh jemaah haji tahun 2022 mendatang. Oleh karena itu, penting bagi petugas kepolisian untuk bisa mengenali tanda-tanda penyakit ini.slot gacor lebaran 2022

Pada Rapat Koordinasi Tim Bidang Kesehatan PPIH, Kamis Mei, Direktur Dinas Kesehatan Dr. Haji di Makkah. Muhammad Omran mengatakan, “Jangan sampai calon jemaah haji menyadari bahwa mereka telah memasuki tahap heat stress.” Dikutip dari website Sehat di negara kita pada tanggal 26 Februari 2022.

Omran menambahkan, “Apalagi saat berada di luar ruangan, sebaiknya waspadai gejala heat stroke, seperti pusing dan mual.”

Saat itu, Imran juga menjelaskan situasinya sebelum mengumumkan bahwa dirinya terkena heat stroke. Salah satunya adalah stres panas.

Hal ini ditandai dengan sakit kepala, keringat berlebih, kulit tampak pucat, lembab, dingin, napas cepat, mual, dan nyeri otot.

Omran mengatakan, kondisi ini bisa diatasi dengan banyak minum air putih, mengisi kembali garam yang hilang, menyiram tubuh, dan istirahat minimal 30 menit.

Jika Anda mengalami serangan panas atau heat stroke, kondisinya lebih serius.

Ini adalah kondisi paling serius yang dialami tubuh saat cuaca panas karena tubuh tidak mampu mengatur suhu tubuhnya.

Dalam waktu 10 hingga 15 menit, suhu tubuh Anda naik dengan cepat, hingga 41°C, dan tubuh Anda tidak lagi bisa berkeringat.

Heat stroke atau sengatan panas dapat memperburuk kondisi seseorang dan berujung pada kematian.

Omran mengatakan bahwa ini akan membutuhkan petugas polisi untuk melakukan upaya pencegahan yang luas. Dimulai dengan edukasi tentang cara menyemprotkan air, cara melarutkannya, dan kapan harus minum elektrolit.

“Gereja selalu memiliki Alat Pelindung Diri (APD) dan jangan menunggu sampai haus,” katanya.

Di hari yang sama, Budi Silvana, Kepala Puskesmas Kementerian Kesehatan RI, mengatakan suhu di Arab Saudi bisa mencapai 43 derajat Celcius pada musim panas 2022. Cuaca yang sangat panas dapat mempengaruhi kesehatan jemaah haji dan menyebabkan heat stroke, yang dapat menyebabkan kematian.

Maka Bodhisattva membangkitkan semangat pendidikan kesehatan kepada para peziarah. Jangan sampai angka kematian jemaah haji tahun 2017 meningkat 645 orang.

“Jangan sampai kejadian tahun 2017 terulang kembali. Temperatur yang begitu tinggi sehingga angka kematian meningkat tajam. Promosi kesehatan adalah fungsi penting dan esensial. Kami berharap seluruh staf PPIH dapat menunjukkan kemampuannya dalam melakukan kesehatan. pendidikan dan publisitas. . ” kata badan itu.

Suhu tinggi Arab Saudi, pejabat dan jemaah haji rentan terkena serangan panas atau heat stroke. Oleh karena itu, pastikan petugas dan anggota Tanah Suci mewaspadai tanda-tanda heat stroke.

Koordinator Promosi Kesehatan PPIH, Dr. Eddy Supriatna mengatakan kelembaban rendah Arab Saudi dan perbedaan suhu yang ekstrim menciptakan potensi kekeringan bagi jemaah haji.

Kondisi ini dapat menyebabkan kondisi yang lebih serius, kelelahan akibat panas dan bahkan heat stroke, sehingga asupan mineral yang cukup merupakan kunci penting untuk menjaga agar jemaah tetap terhidrasi.

“Kunci dehidrasi adalah hilangnya mineral, jadi minumlah air yang mengandung elektrolit dan jangan menunggu sampai haus,” kata Eddie.

Fungsi elektrolit di sini bukan sebagai obat untuk menyembuhkan diare, melainkan untuk menggantikan mineral yang hilang saat beraktivitas di cuaca yang sangat panas dan kelembapan yang rendah.

Elektrolit dikonsumsi jemaah setelah beraktivitas di luar hotel dengan mencampur 600ml air dengan garam rehidrasi oral.

Peziarah juga diharuskan minum 5-6 botol air sehari dengan takaran 600ml air per botol.

Leave a Reply

Your email address will not be published.