Spread the love

Jakarta – Para wali pasif Langkat akan mengumumkan pada Senin (13/6/2022) rencana Warren Wind untuk diadili oleh Jaksa Agung (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).kpk slot

Tuntutan dalam dakwaan 2020-2022 terkait suap kegiatan usaha pengadaan barang dan jasa diajukan oleh Pemkab Langkat.

Juru bicara KPK App Ali Fikri mengatakan dalam keterangannya, Senin (13/6/2022) “Benar sesuai dengan keputusan Komite Hakim Tibet Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.”

Selain Terbit, Iskandar Warren Engin, walikota Balai Kasih dan adik Terbit, serta tiga pihak atau kontraktor swasta Marcos Surya Abdi, Shuhanda Citra dan Isfi Syahfitra akan menghadapi tuntutan dari jaksa KPK.

“Pembukaan (13/6) sesuai jadwal pembacaan dakwaan,” tambah Ali.

KPK telah menetapkan total enam tersangka dalam kasus ini.

Sedangkan tersangka pemberi suap adalah Muara Warren Engin, orang perseorangan atau kontraktor yang saat ini diadili di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Dalam penataan kasus tersebut, KPK menegaskan Terbit dan Iskandar adalah tersangka yang mengatur pelaksanaan berbagai proyek pekerjaan infrastruktur di Kabupaten Langkat untuk kepentingan pribadi.

Dalam pengaturan tersebut, Terbit mengarahkan Sujarno, Kabid Pengadaan Barang dan Jasa, dan Shardy, Pj Pengadaan Barang dan Jasa, selaku Pj Kepala Dinas PUPR Kabupaten Langkat, untuk aktif bekerja sama dengan agen Terbit, Iskandar, terkait pemilihan partai. untuk ditetapkan sebagai pemenang pekerjaan proyek. Paket Pelatihan Pelayanan PUPR dan Pelayanan Pekerjaan Umum.

KPK menduga meminta biaya Terbit melalui Iskandar sebesar 15% dari nilai Paket Pekerjaan melalui tahap lelang dan 16,5% dari nilai proyek untuk Paket Penunjukan Langsung untuk menjadi pemenang Paket Proyek Bisnis.

Apalagi, salah satu mitra yang dipilih dan diberikan penghargaan untuk pengerjaan proyek di kedua layanan tersebut adalah tersangka Muara dengan beberapa bendera perusahaan.

Total nilai paket proyek yang dilaksanakan adalah Rs 4,3 miliar.

Selain dilaksanakan oleh mitra, ada banyak proyek yang dilaksanakan di Terbit via Iskandar.

Biaya ini diperkirakan telah dibayarkan oleh Muara dalam bentuk tunai sekitar Rs 786 juta yang diterima melalui Marcus, Shohanda dan Esfi, yang akan diteruskan ke Iskandar dan dikirim kembali ke Terbit.

KPK menduga Terbit mempekerjakan orang yang dipercaya: Iskandar, Marcos, Shuhanda, dan Isfi untuk menerima dan mengelola fee di berbagai proyek di Kabupaten Langkat.

Leave a Reply

Your email address will not be published.