Spread the love

Laporan Pers, Larasati Dyah Utami

JAKARTA – Unit Penegakan Teknis (UPT) Badan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP2MI) DKI Jakarta melarang 24 calon Tenaga Kerja Indonesia (CPMI) berangkat ke Arab Saudi pada Kamis (9/6/2022).pragmatic 

Brigjen Suyanto, Kabag Perlindungan dan Pemberdayaan Asia Afrika, bertemu dengan 24 CPMI yang semula bekerja sebagai pembantu rumah tangga, pada Sabtu (6 November 2022).

Brigjen Suyanto mengaku awalnya mendapat laporan dari LSM.

UPT BP2MI DKI Jakarta melakukan pemantauan dan operasi pencarian dan akhirnya melakukan pencarian kejutan untuk rumah kontrakan di kawasan Lenteng Agung Jakarta Selatan.

Suyanto mengatakan dalam konferensi pers: “CPMI ini adalah pola yang ditampung di rumah sewa yang terletak di kecamatan Lenteng Agung. Namun, hasil tes untuk tersangka calo tidak ada.”

Broker kemudian merutekan CPMI melalui ponsel dan meminta semua dokumen seperti paspor dan kartu identitas (KTP) untuk CPMI yang dipegang oleh broker.

Selain itu, banyak alat komunikasi CPMI yang disita.

Untuk penanganan lebih lanjut, 24 CPMI ditempatkan sementara di UPT Shelter BP2MI DKI Wilayah Jakarta.

Brigjen Paul Soyanto yang hadir dalam perbincangan dengan CPMI juga menjelaskan bahayanya meninggalkan CPMI secara informal.

Soyanto menjelaskan, “Ini adalah sesuatu yang tidak ingin Anda lakukan setelah pergi tanpa perlindungan di mana penempatan Anda tidak jelas di negara mana, apa majikan Anda, dan apa yang akan Anda lakukan”.

Di forum yang sama, Suyanto juga mengimbau kepada CPMI agar tidak terkecoh dengan penempatan ilegal yang ditawarkan calo.

Sementara itu, UPT BP2MI DKI Jakarta Presiden Pol Kombes Hotma Victor Sihombing menjelaskan bahwa UPT BP2MI DKI Jakarta sedang melacak segala bentuk pengaduan terkait Pekerja Migran Indonesia (PMI) sedekat mungkin.

Leave a Reply

Your email address will not be published.