Spread the love

Siaran pers, Hari Dharmawan

Jakarta – Pemerintah saat ini memberikan kemudahan perjalanan kepada penumpang maskapai.microgaming

Remisi serupa dengan penumpang pesawat yang mendapatkan dosis kedua vaksin dan tidak perlu lagi menunjukkan hasil PCR atau antigenik negatif.

Persyaratan penumpang terbang berikut mengacu pada Surat Edaran Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Nomor 56 Tahun 2022.

1. Penumpang maskapai yang telah menerima vaksinasi kedua dan tidak harus menunjukkan hasil PCR negatif atau antigenik.

2. Penumpang maskapai yang telah menerima vaksinasi primer harus menunjukkan rapid antigen test negatif dalam waktu 1 x 24 jam atau RT-PCR negatif yang dikumpulkan dalam waktu 3 x 24 jam sebelum keberangkatan sebagai syarat perjalanan. .

3. Penumpang pesawat udara dengan kondisi medis khusus atau penyakit penyerta yang menghalangi penumpang untuk divaksinasi dibebaskan dari persyaratan vaksinasi, tetapi harus memiliki sampel hasil rapid antigen test negatif dalam waktu 1 x 24 jam atau sampel hasil PCR negatif. Dalam waktu 24 jam 3 x 24 jam sebelum keberangkatan, Anda kemudian harus melampirkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah yang menyatakan bahwa yang bersangkutan tidak atau tidak dapat mengikuti vaksinasi Covid-19.

4. Penumpang maskapai di bawah usia 6 tahun tidak dikenakan vaksinasi dan tidak memerlukan hasil PCR-negatif atau rapid antigen test, tetapi harus didampingi oleh pendamping perjalanan yang memenuhi persyaratan vaksinasi dan vaksinasi COVID-19. 19 protokol kesehatan yang ketat telah disaring dan diterapkan.

Namun, penumpang maskapai yang memenuhi kriteria tertentu harus dinyatakan negatif COVID-19.

Selain itu, setiap penumpang harus mengunduh aplikasi PeduliLindung untuk proses verifikasi dokumen persyaratan penerbangan.

Aturan tersebut mengacu pada Surat Edaran Gugus Tugas Covid-19 Nomor 18 Tahun 2022 dan Surat Edaran Kementerian Perhubungan Nomor 56 yang berlaku bagi calon penumpang pesawat Lion Air, Garuda Indonesia, dan Citilink.

Persyaratan untuk terbang dengan Lion Air

Lion Air telah menerbitkan ketentuan penerbangan untuk penumpangnya. Ini dia:

1. Tidak diperlukan vaksinasi kedua atau ketiga untuk pengujian antigen atau PCR.

2. Vaksin dosis pertama harus disertai hasil antigen 1 x 24 jam yang valid atau CPR 3 x 24 jam yang valid.

3. Jika belum divaksinasi, harus melampirkan hasil tes PCR-negatif (maksimal 3 x 24 jam) atau antigen (1 x 24 jam) dan surat keterangan dari dokter di rumah sakit nasional atau umum.

4. Anak-anak di bawah usia 6 tahun harus didampingi dalam perjalanan dan harus secara ketat mengikuti protokol kesehatan (tidak termasuk persyaratan perjalanan vaksin dan hasil PCR atau tes antigen).

Garuda Indonesia juga telah menerbitkan aturan perjalanan bagi penumpangnya.

1. Inokulasi vaksin COVID-19 2-3 ​​kali (booster) tidak memerlukan tes PCR atau antigen, dan sertifikasi vaksin sudah cukup.

2. Pada saat vaksinasi pertama, sertifikat vaksinasi primer, hasil tes antigen-negatif (maksimal 1 x 24 jam) dan tes PCR (maksimal 3 x 24 jam) harus ditunjukkan.

3. Jika belum divaksinasi karena kondisi medis khusus/penyakit penyerta, harus melampirkan hasil negatif tes PCR (maksimal 3 x 24 jam) dan tes antigen (1 x 24 jam) dan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah. .

4. Anak-anak di bawah 6 tahun harus didampingi oleh pendamping perjalanan dan aturan kebersihan yang ketat berlaku.

5. Hasil tes Covid-19 harus dipublikasikan oleh fasilitas kesehatan sesuai dengan SK Kemenkes, dan penumpang harus memastikan bahwa hasil tes tersebut diunggah ke sistem e-HAC yang dibangun ke dalam aplikasi PeduliLindung.

6. Jika ada perbedaan persyaratan antara tempat pemberangkatan dan tempat pemberangkatan, lebih ketat atau mengikuti kebijakan dari pemerintah setempat.

Dengan demikian, persyaratan perjalanan penumpang penerbangan Citilink adalah sebagai berikut:

1. Penumpang yang telah menerima vaksin COVID-19 dosis pertama harus melampirkan hasil negatif tes PCR atau tes antigen yang valid 3 x 24 jam (1 x 24 jam) sebelum waktu keberangkatan yang dijadwalkan.

2. Penumpang yang telah menerima vaksin COVID-19 dosis ke-2 atau ke-3 tidak perlu menunjukkan hasil tes COVID-19.

3. Penumpang harus mengunduh dan menggunakan Aplikasi PeduliLindung sebagai prasyarat untuk perjalanan domestik dan penyelesaian e-HAC.

4. Disarankan agar Anda membawa dokumen asli tercetak yang dipersyaratkan (sertifikat vaksin dan hasil tes negatif COVID-19) sebelum Anda tiba di bandara keberangkatan jika staf Puskesmas pelabuhan bandara setempat memerlukannya.

5. Tidak diperlukan tes PCR atau antigen, terutama untuk anak di bawah 6 tahun, tetapi dapat bepergian dengan pendamping yang memenuhi persyaratan vaksinasi dan skrining COVID-19 serta telah menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

6. Khusus untuk penumpang pesawat udara berusia 6-17 tahun yang telah menerima vaksinasi kedua tidak perlu menunjukkan hasil rapid antigen negatif, tetapi harus dilampirkan sertifikat atau kartu vaksinasi kedua.

7. Penumpang dengan minat khusus yang tidak divaksinasi atau yang tidak divaksinasi karena kondisi kesehatan khusus atau penyakit penyerta yang tidak divaksinasi oleh penumpang pesawat dikenakan sampel PCR yang diambil sampelnya dalam jangka waktu hingga 3 x Hasil tes harus menunjukkan negatif. Ini beroperasi 24 jam sehari dan harus disertai dengan surat keterangan medis dari dokter keluarga yang menyatakan bahwa orang tersebut belum divaksinasi COVID-19 atau tidak dapat berpartisipasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.