Spread the love

 Jakarta Menurut data Global Adult Tobacco Survey (GATS) 2021 yang baru saja diluncurkan Kementerian Kesehatan RI, rata-rata konsumsi tembakau di Indonesia adalah Rp 382.000 per bulan. Rata-rata pengeluaran untuk 12 batang rokok kretek adalah Rp 14.867.slot aztec

Menurut Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saxono Harbuono, konsumsi tembakau dinilai lebih tinggi daripada pembelian makanan bergizi. Ini berarti bahwa keluarga menghabiskan lebih banyak uang untuk rokok.

Dante berbicara pada data hasil Survei Tembakau Dewasa Global (GATS) dan acara Hari Tanpa Tembakau Sedunia yang diadakan di gedung Kementerian Kesehatan RI di Jakarta pada Selasa, 31 Mei 2022.

Maria Endang Somoi, direktur kesehatan masyarakat di Kementerian Kesehatan, mengatakan bahwa 10.170 rumah tangga berpartisipasi dalam sampel, dan satu individu dari setiap rumah tangga yang berpartisipasi dipilih secara acak untuk menyelesaikan survei GATS.

Di antara informasi yang dikumpulkan melalui survei, latar belakang dan karakteristik responden, merokok, penggunaan e-rokok, dll.

Kemudian mengkaji upaya berhenti merokok, paparan asap rokok, ekonomi, peran media, dan pemahaman tentang sikap dan persepsi masyarakat terhadap konsumsi tembakau.

Kemudian, 121,6 juta orang terpapar asap rokok di rumah, 20,3 juta orang terpapar tembakau di tempat kerja, dan rata-rata pengeluaran rokok Rp 382.000 per bulan.

Data GATS diharapkan dapat membantu pemerintah Indonesia mengevaluasi dan merencanakan kebijakan pengendalian tembakau. Tujuan utamanya adalah untuk melindungi kesehatan masyarakat, terutama generasi muda, dari bahaya zat aditif tembakau.

Ia menyimpulkan “melihat pencapaian antar negara dalam memenuhi kewajibannya berdasarkan Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) yang dikeluarkan oleh World Health Organization (WHO)”.

Dalam rangkaian acara memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia, Maria Endang Somoi melaporkan bahwa lokakarya untuk memperkuat kebijakan dan program pengendalian tembakau berbasis data diadakan pada 24 hingga 25 Mei 2022 di Hotel Aryaduta, Jakarta.

Selain itu, setelah acara peluncuran GATS 2021, serangkaian lokakarya aksi data akan diadakan dengan partisipasi kementerian atau lembaga terkait.

Andang menjelaskan, “Kementerian Kesehatan juga bekerja sama dengan Kementerian Informasi dan Komunikasi dan kementerian lainnya untuk mendukung Hari Tanpa Tembakau Sedunia untuk melarang iklan terkait tembakau di semua media di Indonesia.”

“Kementerian Dalam Negeri menginstruksikan pemerintah daerah untuk menetapkan Hari Tanpa Tembakau Sedunia, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menjadikan Hari Tanpa Tembakau Sedunia, dan Kementerian Perhubungan untuk menerapkan kebijakan zona bebas asap rokok (KTR) secara nasional. , pengiriman udara dan laut. “

Endang menambahkan, “Tentunya ini untuk mewujudkan negara yang sehat untuk semua.”

Dante Saxono Harbono, dalam arahannya tentang regulasi tembakau, mengatakan data survei GATS menunjukkan banyak tantangan dan hambatan untuk mengurangi konsumsi tembakau.

Bersamaan dengan Hari Tanpa Tembakau Sedunia, kami berharap survei GATS menjadi titik terang bagi upaya pengendalian tembakau di Indonesia.

“Kedua, perokok terdaftar dan perokok tidak terdaftar akan mendapatkan panggilan yang lebih baik untuk berhenti merokok di Internet atau melalui monitor berhenti merokok Kementerian Kesehatan.

Ketiga, Dante mengadvokasi penggunaan media sosial dan mengajak influencer untuk mempromosikan efek negatif dari layanan berhenti merokok dan berhenti merokok. Termasuk seluruh elemen masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published.