Spread the love

Batam – Asosiasi Pedagang Hewan Ternak (APHT) mengaku kewalahan atas permintaan Hewan Kurbantahun 2022 .

Menurut Muhammad Mustofa, penasehat APHT, menghadapi kewalahan karena permintaan dari kaum muslim Singapura yang hendak dikurbankan di Batam.agen slot

Baca Juga

“Data sementara, ada 3.153 ekor sapi dan 4.500 ekor kambing yang akan dikurbankan di Batam. 30 Persenya dari warga muslim Singapura, ” kata Muhammad Musofa.

Meningkatkan peserta ibadah kurban ternyata tidak seimbang dengan kuota persediaan hewan kurban. Saat ini di Batam baru tercatat sangat terbatas. Adapun yang tercatat 600 Ekor sapi dan sekitar selibu ekor kambing.

Ia berharap pemerintah daerah mendorong agar pemerintah pusat memberikan diskresi khusus untuk pengiriman atau pengadaan hewan ternak untuk Batam dari daerah lain. Tentu dengan mempertimbangkan efesiensi waktu dan jarak seiring dengan mendekatnya Hari Raya Idul Adha .

“Dari Asosiasi sudah mengajukan hewan ternak dari Lampung,” kata Musofa.

Sebenarnya sesuai aturan Balai Karantina, suatu daerah boleh meminta atau mengirim ternak dari kawasan yang sudah jelas bebas Penyakit dan Kuku.

“Kalau mau adil, peserta ibadah kurban dari Singapura merupakan peluang yang bisa dimanfaatkan Baik oleh Pemda maupun masyarakat,” kata Mustofa.

peningkatan peserta kurban tahun ini menjadi sulit karena persediaan hewan kurban sangat terbatas.

Di tempat yang sama Ketua Komisi II DPRD Kepri, Wahyu Wahyudin menyebutan potensi perputaran ekonomi dari aktivitas kurban pada hari raya Idul Adha, khususnya di Kota Batam mencapai Rp120 miliar setiap tah

“Tiap tahun ada turis yang kurban disini. Artinya ada putaran uang di UMKM masuk yang lebih kurang dihitung kurang lebih 120 Miliar pada saat hari raya kurban,” kata Wahyudin.

Selain itu ia warga muslim Singapura banyak yang sudah memesan.

“Cuma mereka datangnya tidak tepat pada hari rayanya,” kata Wahyudin.

Itulah sebabnya hingga kini hewan kurban di Batam masih belum mencuupi.

Simak Video Menaric Verikut:

Leave a Reply

Your email address will not be published.