Spread the love

Reporter Cino Tre Sollistino melaporkan

Jakarta – Pemerintah Indonesia diminta untuk mengelola utang luar negerinya pasca kebangkrutan Sri Lanka.

Neilul Hoda, Ekonom Institute for Development Economics and Finance (Indef), mengatakan pemerintah Indonesia seharusnya bisa mengelola utang dengan baik, hampir dua kali lipat saat Presiden Jokowi menjabat.

Huda mengatakan saat dihubungi pada Kamis (23 Juni 2022): “Kebangkrutan Sri Lanka adalah peringatan bagi pemerintah kita.”

Pada akhir April 2022, utang luar negeri Indonesia (ULN) sebesar $409,5 miliar, turun dari $412,1 miliar pada bulan sebelumnya.

Perkembangan ini terutama disebabkan oleh penurunan kondisi ULN di sektor publik (pemerintah dan bank sentral).

Menurutnya, kebangkrutan relatif Sri Lanka tidak akan berdampak pada negara-negara Asia lainnya seperti Indonesia. Ini karena perdagangan luar negeri Sri Lanka sangat kecil dan PDB-nya kecil dalam perekonomian dunia.

“Namun, kebangkrutan Sri Lanka harus menjadi pelajaran berharga tentang bagaimana manajemen utang buruk Sri Lanka dapat menyebabkan bencana ekonomi,” kata Huda.

Leave a Reply

Your email address will not be published.