Spread the love

Dua subvariabel masuk ke Indonesia: Liputan6.com, Jakarta Omicron COVID-19, BA.4 dan BA.5. Satu didiagnosis dengan BA.4 dan tiga orang asing tertular COVID-19 dengan varian Ba.5.judi terpercaya

Kedua variabel ini disebut-sebut sebagai faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan kasus di banyak negara. Singapura, Portugal, Afrika Selatan, dan Cile menyebut kehadiran dua turunan omicron ini mengakibatkan peningkatan jumlah kasus COVID-19 di negara-negara tersebut.

Juru bicara Kementerian Kesehatan Indonesia Muhammed Syahrel mengatakan secara epidemiologis, 6.903 urutan mutasi BA.4 dilaporkan di seluruh dunia melalui GISAID. Laporan berasal dari 58 negara, termasuk Afrika Selatan, Amerika Serikat, Inggris, Denmark dan Israel, dengan 5 negara memiliki jumlah laporan BA.4 tertinggi.

BA.5 dilaporkan dalam 8.687 seri di 63 negara. Berikut adalah 5 negara dengan laporan serial terbanyak: AS, Portugal, Jerman, Inggris, dan Afrika Selatan.

Siahrel mengatakan kepada wartawan pada hari Jumat, 10 Juni 2022: “Penyebarannya cepat, tapi tidak, tidak begitu kuat. Ini lebih ringan dari mikron sebelumnya, dan saya tahu mikron awal lebih ringan dari delta.”

Dari 4 kasus terkonfirmasi dengan 2 subvariat di Indonesia, hanya 1 orang yang menunjukkan gejala ringan.

Ciarel menyebutkan gejala yang dialami WNA yang terkena BA.

Namun, Syahril mengingatkan kita bahwa kedua subvariabel ini dapat tergelincir atau menyimpang dari perlindungan yang diberikan oleh vaksinasi atau kekebalan alami.

“Anda mungkin perlu memperhatikan pelarian kekebalan.”

“Artinya varian ini berpotensi menghindari kekebalan pada manusia dan kemungkinan lolos dari perlindungan kekebalan saat ini baik orang yang divaksinasi maupun orang dengan kekebalan alami. Itu sebabnya penyebarannya begitu cepat,'” kata Siahrel, juga lung. ahli.

Syahril mengingatkan masyarakat agar tidak panik ketika sifat kedua subvariabel tersebut mulai masuk pada akhir Mei 2022.

Ia juga mengatakan masyarakat tetap bisa beraktivitas dengan menerapkan protokol kesehatan secara teratur. Salah satunya adalah penggunaan masker di dalam ruangan, transportasi umum, dan keramaian.

“Bahkan pada lansia, penderita penyakit penyerta dihimbau untuk tetap menggunakan masker,” kata Siahrel.

Ia juga mengingatkan masyarakat yang belum mendapatkan vaksin dan booster COVID-19 dosis penuh untuk segera divaksinasi.

“Meningkatkan daya tahan tubuh yang melemah.”

“Apa maksudnya? Dengan angka positif ini, kita masih dalam situasi wabah yang terkendali,’ kata Siahrel.

Sayangnya, pencapaian vaksinasi lengkap (primer dan sekunder) di Indonesia sendiri masih jauh dari standar WHO. Menurut Syahril, ini pekerjaan ke depan yang harus segera dilakukan.

Tingkat vaksinasi keseluruhan saat ini di Indonesia adalah 62,16%. Di sisi lain, tujuan WHO adalah 70% herd immunity.

Begitu pula dengan vaksin booster yang masih berkinerja buruk. Hanya 5 dari 34 provinsi di Indonesia yang mencapai 30%.

Siahrel mengatakan, “Ini kewajiban kita bersama karena imunisasi ini merupakan upaya kita untuk memberikan kekebalan atau kekebalan kepada individu atau komunitas di masyarakat kita.'”

Leave a Reply

Your email address will not be published.