Spread the love

 Jakarta – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) membukukan belanja modal (capital expenditure) sebesar USD 6,2 juta atau sekitar Rs 91,3 miliar (kurs Rs 14.499 per USD) pada kuartal pertama tahun 2022. Direktur PT Nopri Betwe, TPK Ostendo Nusantara Jaya menjelaskan pendapatan tersebut lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu ($8,6 juta).slot indo

Nobre mengatakan dalam pernyataan umum perusahaan tanggal Kamis, 6 September 2022: “Realisasi belanja modal pada kuartal pertama tahun 2022 hanya $6,2 juta.

Dalam paparannya, ia mencatat belanja modal tertinggi di tahun 2019. Saat itu, perseroan mampu mencapai belanja modal sebesar $74,3 juta. Nobre mengatakan pencapaian belanja modal yang lebih tinggi pada 2019 bertepatan dengan penyelesaian beberapa proyek bagi perseroan, ketimbang pandemi Covid-19 pada 2020 dan 2021.

Total belanja modal untuk tahun 2020 dan 2021 masing-masing adalah $45,6 juta dan $43,5 juta. Dalam kasus yang sama, Lucas Kurniawan, Presiden Direktur PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT), mengatakan tahun ini perseroan telah menyiapkan belanja modal sekita US$47 juta. Sekitar 26% dari angka ini akan digunakan terutama untuk renovasi perkebunan kelapa sawit.

Sekitar 26% kemudian digunakan untuk membangun pabrik kompos ketiga di Kalimantan Barat. Saya mulai awal tahun ini. Dan sebagian untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur gudang pertanian kami di Papua Barat,” tambah Lucas.

Selain itu, belanja modal sehari-hari juga dialokasikan untuk transportasi dan perbaikan alat berat perseroan. Kemudian membangun rumah dan infrastruktur pendukung di sekitar taman. Perusahaan juga berencana membangun unit docking di Ketapang, Kalimantan Barat.

Pada penutupan perdagangan Rabu, 8 Juni 2022, harga saham ANJT naik 0,97% menjadi Rs 1.040 per saham. Saham ANJT memiliki harga tertinggi 1,050 per saham dan terendah 1,025 per saham. Total volume perdagangan adalah 5.876.200 saham. Besaran transaksinya Rp 6,1 miliar. Jumlah total transaksi adalah 1129.

Sebelumnya, pemegang saham PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) menyepakati pembagian dividen sebesar Rs 43 per saham. Hal itu disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan pada Rabu, 8 Juni 2022.

Presiden PT Austindo Nusantara JayaTbk (ANJT) Lucas Kurniawan mengatakan dalam presentasi publik seusai RUPS: Rabu (8/8). / Juni 2022).

Lucas menjelaskan, dividen merupakan indikasi posisi keuangan perusahaan yang masih membutuhkan modal. Meski harga CPO sedang naik, namun masih diliputi ketidakpastian. Sisa laba bersih tahun buku 2021 dialokasikan untuk meningkatkan arus kas perseroan.

“Untuk memperkuat posisi keuangan perusahaan, kami telah memutuskan untuk membagikan 25% dari keuntungan kami sebagai dividen kepada pemegang saham kami. Sisanya digunakan untuk digunakan untuk memperkuat posisi keudanai u200bu200budanangan kami danasi. ” kata Lucas.

Perseroan menyiapkan belanja modal di kisaran US$43 juta hingga US$45 juta pada tahun ini, tidak jauh berbeda dengan tahun 2020 dan 2021. Sekitar 26% dari angka ini akan digunakan terutama untuk renova perkebunan sawit.

Sebelumnya, PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) melaporkan pertumbuhan kinerja keuangan yang dibuktikan dengan pendapatan dan laba bersih tahun 2022. Perusahaan mengatakan hal it itu didukung oleh kenaidan ratakPO. Kernel (PK).

PT Austindo Nusantara JayaTbk melaporkan penjualan sebesar US$75,54 juta atau Rp 1,8 triliun, mengutip laporan keuangan dalam prospektus perusahaan yang diajukan ke Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa, 5 Oktober 2022. 1). 14.344 rupee per dolar AS untuk kuartal pertama tahun 2022.

Pendapatan ini meningkat 28,8% dibandingkan kuartal pertama tahun 2021 sebesar $58,65 juta atau Rp831,98 miliar (kurs rata-rata Rp14.184 untuk kuartal pertama tahun 2021).

Kenaikan pendapatan tersebut disebabkan oleh kenaikan harga jual rata-rata CPO dan PK. Penjualan CPO dan PK menyumbang $74,8 juta, atau 99% dari total perusahaan, naik dari $58,2 juta di Q1 2021, atau 99,2% dari total pendapatan perusahaan.

Divisi SAGO perusahaan memberikan kontribusi $378,8 juta terhadap total penjualan pada kuartal pertama tahun 2022, naik dari $212,3 juta pada kuartal pertama tahun 2021, karena peningkatan penjualan.

Sektor energi terbarukan menyumbang $150,6 juta pada kuartal pertama tahun 2022, turun sedikit dari $1512.000 pada kuartal pertama tahun 2021.

Hal ini disebabkan adanya penurunan produksi listrik di pembangkit biogas dibandingkan kuartal I tahun 2021. Sementara itu, pendapatan penjualan Edamame adalah $203,2 juta, meningkat 174,9% dari $73,9.000 pada harkuartal be ar Jumlah yang yang dan harkuartal be 2021. kacang polong segar dan beku.

Perusahaan memulai operasi komersial produk kacang polong beku pada kuartal ketiga tahun 2021. Biaya penjualan meningkat 30,8% pada kuartal pertama tahun 2022 menjadi $56,01 juta atau $803,41 miliar, miliar, naik dari $42,82 . atau Rp 607 miliar.

Perusahaan menghasilkan laba kotor $ 19,53 juta atau $ 28,22 miliar dalam tiga bulan pertama tahun 2022.

Total laba yang direalisasikan adalah $15,82 juta, atau $22,51 miliar, naik 23,4% dari kuartal pertama tahun 2021. Biaya operasional bersih turun 69,4% dari $9,36 juta ($132,81 miliar) menjadi $2,86 juta ($41,03 miliar) pada kuartal pertama tahun 2021.

Dalam keadaan ini, laba operasi perusahaan untuk kuartal pertama 2022 meningkat 157,9% menjadi $16,67 juta atau Rs 239,1 miliar, naik 157,9% dari $6,46 juta atau Rs 91,7 miliar pada periode la yang .

PT Austindo Nusantara Jaya Tbk membukukan laba pada kuartal I 2022 menjadi US$ 11,16 juta atau Rp 160,1 miliar, naik 261,9% dari US$ 3,08 juta atau Rp 43,74 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Perusahaan mengatakan pertumbuhan laba bersih didorong oleh harga jual rata-rata CPO dan PK yang lebih tinggi pada Q1 2022. Faktor ini meningkatkan EBITDA dari $12,9 juta di Q1 2021 menjadi $23,7 juta di Q1. Q4 2022.

Leave a Reply

Your email address will not be published.