Spread the love

Barbei – Upaya korban menuntut pengembalian dana dari penyelenggara arisan curang di Parabay, Hulu Sungai Tengga (HST), Kalimantan Selatan, gagal.

Dana mereka berkisar antara 10 juta hingga 20 juta rupiah. Di sisi lain, jumlah anggotanya sekitar 50 orang.slot pgsoft

Banyak satpam yang mendatangi Masnatta Rizuki, 26, di Parabay, Kabupaten HST, Kalimantan Selatan, untuk menggalang dana, pulang dengan kecewa dan marah.

“Kami pergi ke rumah pedesaan bernama Ninet. Sebaliknya, dia menawari kami dua opsi, menunggu kematian, siap membayar, tetapi tanpa jangka waktu pembayaran. Opsi kedua adalah dia melaporkan dengan sukarela. Eka Damiante, salah satu pemeran member, mengatakan : Minggu (6 Desember 2022) kata nickname sudah habis lagi.

Menurut Yanti, saat mengelola penjaga, dealer Nenet membeli Honda Mobilio hitam secara kredit dari Banjarbaru. Ada juga aset permata dan emas berupa rumah.

Namun, menurut Eka Damiante, korban lain yang panik karena harta benda berupa rumah, menarik kesaksiannya.

Begitu pula perhiasan emas yang dijual untuk menggantikan uang korban.

Sementara itu, mobil yang dibeli pada akhir tahun 2021 juga ditarik oleh ayah mertua panda yang kesal. Karena dia sudah membantu saudara iparnya dengan uang ratusan juta rupiah.

Eka Damiante menambahkan: “Dengan melaporkan dugaan penipuan dan penggelapan ini, kami berharap polisi mengusut harta pelapor dan membawa hukum ke pengadilan. Kami mohon hukuman yang seberat-beratnya.”

Sementara itu, KBO Satreskrrim Polres HST, Ipda Suradi membenarkan adanya laporan tersebut dan mengatakan pihaknya telah menerima laporan tersebut.

Korban juga diminta untuk mengajukan pengaduan dengan bukti, seperti mentransfer dana ke rekening giro mereka. Korban juga menunjukkan identitas.

Sourad ”mengizinkan salah satu rekan kerja saya, Bu Anes, atas pengaduan korban. Pelapor menerima banyak uang dari pelapor, jadi saya meminta rekening bank masing-masing korban untuk melihat berapa totalnya.” Katanya.

Menurut Sorade, pelapor bisa menghadapi tuduhan penipuan dan penggelapan. Di sisi lain, pelapor atau korban secara hukum dapat mengajukan gugatan perdata.

Dia mengatakan, “Itu masih asumsi sementara mengenai barang yang dibebankan tadi.” ” dia berkata.

Kasus Suami Bandar Arisan Siap Diadili di Banjarmasin Online

Setelah istri ratu grup sosial online itu duduk di kursi rumah sakit dengan tuduhan penipuan dan penggelapan uang dari anggota yang berpengetahuan luas, seorang oknum polisi Banjarmasin dengan inisial MS-nya diadili di tempat kejadian.

Hal itu setelah Kejaksaan Negeri Banjarmasin menyatakan berkas perkara yang memuat nama tersangka MS lengkap atau umumnya P21.

Radio Wisnu Aji, Pengurus Cabang Tibidium Radio Wisnu Aji, mengatakan Jumat (10/6/2022) ”Penyidik ​​Polres Banjarmasin menerima tersangka dan barang bukti dari Penyidik ​​Polres Banjarmasin kemarin.”

Dalam temuan penyidikan yang termasuk dalam berkas perkara yang diajukan Kejari Banjarmasin, Radioteo mengatakan potensi dugaan mengarah pada dua alternatif.

“Pasal 378 56 berarti membantu penipuan, yang didakwa menikmati konsekuensi (pidana) pertama atau pasal 480 terkait penahanan,” kata Radito.

Sesuai dengan prosedur dan peraturan yang berlaku, Banjarmasin Kejari memiliki jangka waktu paling lama 20 hari untuk mentransfer berkas perkara ke pengadilan.

“Tapi mungkin sebelum itu kami pasti akan coba pindahkan,'” jelasnya.

Sebelumnya dikabarkan bahwa Microsoft juga terlibat dalam kasus di mana istrinya dipenjara dengan inisial nama samaran RA ‘Ame’.

Ia mengatakan penyidik ​​telah menemukan aliran masuk dana terkait aplikasi online yang dimiliki Ame di akun MS pribadinya.

Sementara itu, istri M. S, Amy saat ini sedang menjalani sidang di Pengadilan Negeri Banjarmasin.

Jaksa Banjarmasin Kejari Ami didakwa dengan pasal 378 dan 372 KUHP dan pasal 28(1) UU. 11 November 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. UU No. Ayat (1) Ayat 45a Tahun 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Tidak hanya satu berkas kasus atas nama tersangka Ami, namun berkas lain ditangani Polsek Banjarmasin dan satu berkas ditangani Polda Kalsel.

Sebelumnya dalam tahap penyidikan, praktik arisan online palsu Ame disebut-sebut telah menelan ratusan korban jiwa dan kerugian puluhan miliar rupiah.

(Banjarmasinpost.co.id/Hanani)

Artikel ini diunggah di BanjarmasinPost.co.id berjudul Bandar Arisan Bodong, dimana Pemkab HST tidak bisa mengembalikan dana korban hingga Rp 1 miliar.

Leave a Reply

Your email address will not be published.